Page 25 - Sosiologi SMA Kelas XI Rev
P. 25
c. Teori Hubungan Pribadi
Teori ini disebut juga sebagai Fundamental Interpersonal Relation
Orientation Behavior atau FIROB yang dikemukakan oleh W.C. Schutz
(dalam Sarwono, 2017). Inti dari teori FIROB adalah manusia berke
lompok untuk memenuhi kebutuhan dasar dalam hubungan antarpribadi
yang terbagi atas beberapa hal sebagai berikut.
1) Kebutuhan inklusi, yakni kebutuhan untuk terlibat dan tergabung
dalam suatu kelompok.
2) Kebutuhan kontrol, yaitu kebutuhan akan arahan, petunjuk, serta
pedoman berperilaku dalam kelompok. Sumber: Dokumen penerbit
3) Kebutuhan afeksi, yakni kebutuhan akan kasih sayang dan perhatian Gambar 1.8 Tipe yang memberi (expressed)
gemar mengarahkan, memimpin, dan
dalam kelompok. membimbing
Lebih lanjut W.C. Schutz membagi anggota kelompok atas dua tipe
sebagai berikut.
1) Tipe yang membutuhkan (wanted), yaitu membutuhkan inklusi
(ingin diajak, ingin dilibatkan), membutuhkan kontrol (ingin
mendapat arahan, ingin dibimbing), dan membutuhkan afeksi (ingin
diperhatikan, ingin disayangi).
2) Tipe yang memberi (expressed), yakni memberi inklusi (mengajak,
melibatkan orang lain), memberi kontrol (mengarahkan, memimpin,
membimbing), dan memberi afeksi (memperhatikan, menyayangi).
d. Teori Identitas Sosial
Teori yang dikemukakan oleh M. Billig (dalam Sarwono, 2017) ini
menegaskan bahwa kelompok terbentuk karena adanya sekumpulan
orangorang yang menyadari atau mengetahui adanya satu identitas sosial
bersama. Adapun identitas sosial dapat dimaknai sebagai proses yang
mengikatkan individu pada kelompoknya dan menyebabkan individu
menyadari diri sosial (social self) atau status yang melekat padanya.
Kesamaan identitas lantas menjadi faktor pemersatu individu hingga
membentuk suatu kelompok sosial. Sebagai contoh, Raynata menyadari
identitasnya sebagai pelajar SMA Harapan Ilmu sehingga memutuskan
bergabung dalam OSIS SMA Harapan Ilmu.
e. Teori Identitas Kelompok
Teori yang dikembangkan oleh D.L. Horowitz (dalam Sarwono, 2017)
ini mengemukakan bahwa individuindividu dapat mengelompok karena
memiliki kesamaan identitas etnis atau suku bangsa. Misalnya, identitas
etnis tersebut terwujud pada ciri fisik (baik bawaan lahir maupun akibat
perlakuan tertentu seperti dikhitan), kebiasaan hidup, bahasa, atau ekspresi
budaya.
f. Teori Kedekatan (Propinquity)
Sumber: https://bit.ly/3iTnZjl
Teori ini dikemukakan oleh Fred Luthans (dalam Thoha, 2015). Asumsi Gambar 1.9 Individuindividu dapat
teori propinquity adalah bahwa seseorang berkelompok dengan orang lain mengelompok karena memiliki kesamaan
identitas etnis atau suku bangsa
disebabkan adanya kedekatan ruang dan daerah (spatial and geographical
Bab I Kelompok Sosial 13