Page 27 - Sosiologi SMA Kelas XI Rev
P. 27
1) Tahap Otoritas
Pada tahap otoritas, perkembangan kelompok memiliki alur yang ter Tugas 1.6
bagi atas tiga bagian sebagai berikut.
a) Ketergantungan pada Otoritas 1. Lakukan wawancara dengan
pimpinan dan beberapa
Tahap ini merupakan tahap paling awal dari suatu kelompok
orang anggota kelompok
yang sedang terbentuk. Anggota kelompok masih mengharapkan
untuk mengetahui karak
dan membutuhkan adanya arahan dari orangorang tertentu yang ter istik khas dari kelompok
dianggap sebagai otoritas untuk membantunya menyesuaikan diri dan alasan para anggota
serta memulai partisipasi, misalnya pimpinan dan anggota senior. ber gabung dengan kelom
pok tersebut!
b) Pemberontakan
2. Berdiskusilah dengan teman
Jika orang yang dianggap sebagai otoritas dipandang tidak mampu sekelompok dan guru mata
atau tidak sesuai dengan harapan anggota maka orang ter sebut pelajaran Sosiologi untuk
akan diabaikan atau bahkan disingkirkan. Kemudian, akan dipilih menyusun uraian singkat
berdasarkan wawancara dan
otoritas baru atau kelompok dibiarkan informal dulu untuk
penelusuran kepustakaan/
sementara waktu. Pada tahap ini, sangat mungkin ter jadi konflik
media massa lokal!
antaranggota.
3. Sajikan uraian kalian di depan
c) Pencairan kelas!
Pada tahap ini ada dua kemungkinan, pertama adalah terpilihnya
otoritas baru sehingga kelompok akan terus berlanjut. Adapun
kemungkinan yang kedua adalah tidak terpilihnya otoritas baru
sehingga kelompok akan terpecah atau bubar.
2) Tahap Pribadi
Tahap ini merupakan tahap pemantapan saling ketergantungan
antar anggota kelompok.
a) Tahap Harmoni
Semua anggota merasa puas dan bahagia karena ada rasa saling
percaya dan mampu saling memenuhi harapan. Produktivitas
kelom pok pada tahap ini cukup tinggi.
Sumber: https://bit.ly/3wSEGna
b) Tahap Identitas Pribadi Gambar 1.11 Mahasiswa baru berada
pada tahap ketergantungan pada otoritas
Pada tahap ini, pribadipribadi mulai merasa tertekan oleh sehingga membutuhkan arahan dari senior
kelompok. Masingmasing pribadi menginginkan identitas
pribadinya diberi peluang untuk berkembang. Kelompok terbelah
dua, antara yang ingin mempertahankan situasi (status-quo) dan
yang berniat mencari aktivitas individual walau masih tetap
dalam kelompok. Misalnya, tetap sebagai anggota kelompok,
namun tidak aktif mengikuti kegiatan.
c) Tahap Pencairan Masalah Pribadi
Setiap anggota kelompok telah mengetahui persis posisi masing
masing, sudah dapat saling menerima dan berkomunikasi dengan
baik. Setiap anggota diberi peran sesuai dengan kemampuan serta
sifatnya. Individu tidak kehilangan identitas diri dan kebebasannya
walau tetap terikat pada keanggotaan kelompok.
Bab I Kelompok Sosial 15