Page 28 - Sosiologi SMA Kelas XI Rev
P. 28

Soal Tantangan

                Keberadaan kelompok sosial dapat dikaji menggunakan  teori hubungan pribadi, teori identitas sosial, teori iden­
                teori. Kelompok sosial memiliki aspek­aspek yang mendasari  titas kelompok, teori kedekatan, teori keseimbangan,
                teori untuk mengkaji eksistensinya. Terdapat beberapa teori  teori pembentukan beralasan, dan teori perkembangan
                yang membahas tentang kelompok sosial di antaranya,  kelompok.
                teori aktivitas­interaksi­sentimen, teori alasan praktis,

                Jawablah pertanyaan berikut!
                1.    Teori identitas kelompok diartikan bahwa individu­       dan status sosial. Menurut pendapat kalian, di antara
                    individu dapat mengelompok karena memiliki kesa­  berbagai kesamaan tersebut, manakah yang paling
                    maan identitas etnis atau suku bangsa. Menurut kalian,   kuat untuk mempertahankan keutuhan kelompok?
                    bagaimana proses berkembangnya identitas kelompok  3.    Masyarakat perdesaan dan perkotaan memiliki latar
                    di perkotaan?                                     belakang sosial ekonomi yang berbeda. Bagaimana
                2.    Teori keseimbangan memiliki asumsi bahwa seseorang   kelompok sosial di perkotaan dapat terbentuk?
                    tertarik untuk berkelompok dengan orang lain atas dasar   Berikanlah contoh dari adanya kelompok sosial di
                    adanya kesamaan­kesamaan tertentu, misalnya dalam   perkotaan!
                    kesamaan agama, ideologi, gaya hidup, pekerjaan,



               C. Klasifikasi Kelompok Sosial Menurut Para Ahli


                                               Beberapa tokoh Sosiologi mengklasifikasikan kelompok sosial atas
                                               beberapa tipe dan bentuk sebagai berikut.

                                               1.  Emile Durkheim (1858–1917)

                                               Emile Durkheim, dalam bukunya yang berjudul The Division of Labour
                                               in Society (1968) membedakan antara kelompok yang didasarkan pada
                                               solidaritas mekanis dan kelompok yang didasarkan pada solidaritas organis.

                      Tokoh


                                                          Emile Durkheim


                David Émile Durkheim (15 April 1858 – 15 November 1917) dikenal sebagai salah satu pencetus
                sosiologi modern. Ia mendirikan fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa pada 1895,
                dan menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial, L’Année Sociologique
                pada 1896. Dalam bukunya “Pembagian Kerja dalam Masyarakat” (1893), Durkheim meneliti
                bagaimana tatanan sosial dipertahankan dalam berbagai bentuk masyarakat. Ia memusatkan
                perhatian pada pembagian kerja, dan meneliti bagaimana hal itu berbeda dalam masyarakat
                tradisional dan masyarakat modern.
                    Dalam masyarakat tradisional, kata Durkheim, kesadaran kolektif sepenuhnya mencakup
                kesadaran individual – norma­norma sosial kuat dan perilaku sosial diatur dengan rapi.
                    Dalam masyarakat modern, demikian pendapatnya, pembagian kerja yang sangat kompleks menghasilkan solidaritas
                ‘organik’. Spesialisasi yang berbeda­beda dalam bidang pekerjaan dan peranan sosial menciptakan ketergantungan yang
                mengikat orang kepada sesamanya, karena mereka tidak lagi dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka sendiri.
                Sumber: https://bit.ly/36TImuu







               16          Sosiologi Kelas XI
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33