Page 42 - gabungan tanpa kajur fix e-Modul Audit 1
P. 42

Auditor  harus  memahami  aktivitas  utama  yang  dari  entitas  untuk  memantau

                       pengendalian  internal  atas  pelaporan  keuangan  dan  bagaimana  entitas  melakukan
                       perbaikan dalam defisiensi pengendaliannya.

                       Jika  entitas  memiliki  fungsi  audit  internal,  maka  auditor  harus  memahami  sifat
                       tanggung jawab dari fungsi audit entitas tsb & bagaimana fungsi tsb bisa cocok dgn

                       struktur organisasi entitas, serta aktivitas yang telah atau akan dilakukan oleh fungsi

                       audit internal entitas.


               Pengidentifikasian dan penilaian risiko kesalahan penyajian material
               Auditor harus mengidentifikasi salah saji material pada tingkat laporan keuangan serta tingkat

               asersi utk golongan transaksi, saldo akun, dan pengungkapan. Untuk tujuan ini, auditor harus:

                   (a) Mengidentifikasi risiko sepanjang proses pemahaman entas dan lingkungannya
                   (b) Menilai, mengidentifikasi, dan mengevaluasi risiko apakah risiko  tersebut berkaitan

                       secara lebih pervasive terhadap laporan keuangan dan berpotensi memengaruhi banyak
                       asersi

                   (c) Menghubungkan risiko dengan apa yg bisa menjadi salah pad alevel asersi
                   (d) Mempertimbangkan  kemungkinan  salah  saji,  dan  menilai  potensinya  apakah  dapat

                       menjadi material atau tidak

               Risiko yang membutuhkan pertimbangan audit khusus.
               Hal-hal yg perlu dipertimbangkan dalam menentukan risiko sebagai risiko yg signifikan yaitu:

                   (a) Apakah risiko itu merupakan risiko kecurangan
                   (b) Apakah risiko itu terkait dgn perkembangan terkini yg signifikan dlm bidang ekonomi,

                       akuntansi, dll

                   (c) Kompleksitas transaksi
                   (d) Apakah risiko itu melibatkan transaksi signifikan dgn pihakk berelasi

                   (e) Derajat subjektivitas dalam pengukuran informasi keuangan tang berkaitan dgn risiko
                   (f)  Apakah risiko itu melibatkan transaksi signifikan yang terjadi di kegiatan yg tampaknya

                       tidak biasa

               Risiko ketika prosedur substantif semata tidak menyediakan bukti audit yang cukup dan tepat:
               Maka  pengendalian  entitas  relevan  dengan  audit  sehingga  auditor  harus  memahami

               pengendalian entitas.
               Revisi penilaian risiko: Penilaian risiko atas salah saji material pada tingkat asersi dapat diubah

               selama pelaksanaan audit, sejalan dgn diperolehnya bukti tambahan.
               Dokumentasi : auditor harus memasukkan hal-hal berikut dalam dokumentasi audit:

                                                           37
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47