Page 48 - gabungan tanpa kajur fix e-Modul Audit 1
P. 48
3. Pengaitan Pengendalian dengan Asersi
Pengedalian dapat dihubungkan, baik secara langsung maupun tidak langsung
dengan suatu asersi. Semakin tidak langsung hubungan tersebut, semakin kurang
efektif pengendalian tersebut mencegah atau mendeketsi dan mengoreksi kesalahan
penyajian dalam asersi. Sebagai contoh, penelaahan manajer penjualan atas ikhtsar
aktivitas penjualan untuk toko tertentu menurut area pada umunya hanya terkait
secara tidak langsung dengan asersi kelengkapan untuk akun penjualan.
4. Risiko Signifikan
Risiko signifikan sering berkaitan dengan transaksi nonrutin yang signifikan
atau hal-hal yang memerlukan pertimbangan. Transaksi nonrutin adalah transaksi
yang tidak biasa, karena ukuran maupun sifatnya, dan oleh karena itu tidak sering
terjadi. Hal-hal yang memerlukan pertimbangan dapat mencakup penyusunan
estimasi akuntansi yang di dalamnya terdapat ketidakpastian pengukuran yang
signifikan.
5. Risiko ketika Prosedur Substantif tidak dengan sendirinya Menyediakan Bukti
Audit yang Cukup dan Tepat
Sehubungan dengan beberapa risiko, auditor memutuskan bahwa tidak mungkin
untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat hanya dari prosedur substantif.
Risiko seperti itu dapat berkaitan dengan pencatatan yang tidak akurat atau tidak
lengkap atas golongan transaksi atau saldo akun yang rutin dan signifikan, yaitu yang
karakteristiknya sering memperbolehkan pengolahan dengan otomatisasi yang tinggi
dengan sedikit atau tanpa intervensi manual. Dalam kasus tersebut, pengendalian
entitas atas risiko tersebut adalah relevan dengan audit, dan auditor harus
memperoleh suatu pemahaman tentang hal tersebut.
6. Revisi Atas Penilaian Risiko
Penilaian risiko auditor atas risiko kesalahan penyajian material pada tingkat
asersi dapat berubah selama pelaksanaan audit sejalan dengan diperolehnya bukti
audit tambahan. Dalam kondisi ketika auditor memperoleh bukti audit dari
pelaksanaan prosedur audit lanjutan, atau ketika informasi baru diperoleh, yang
kedua bukti tersebut tidak konsisten dengan bukti audit awal yang menjadi dasar
penilaian, auditor harus merevisi penilaian tersebut.
43