Page 53 - gabungan tanpa kajur fix e-Modul Audit 1
P. 53

yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan, jika ada, dapat bersifat material,

                        tetapi tidak pervasif.
                    2) Opini Tidak Wajar (TW)

                              Kesimpulan opini tidak wajar, yaitu Auditor setelah memperoleh bukti audit
                       yang  cukup  dan  tepat,  menyimpulkan  bahwa  kesalahan  penyajian,  baik  secara

                       individual  maupun  secara  agregasi,  adalah  material  dan  pervasif  terhadap  laporan

                       keuangan.
                    3) Opini Tidak Menyatakan Pendapat

                              Kesimpulan  opini  tidak  menyatakan  pendapat,  yaitu  auditor  tidak  boleh
                       menyatakan pendapat ketika auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup

                       dan  tepat  yang  mendasari  opini,  dan  auditor  menyimpulkan  bahwa  kemungkinan

                       dampak kesalahan penyajian yang tidak terdeteksi terhadap laporan keuangan jika ada,
                       dapat bersifat material dan pervasif. Auditor tidak boleh menyatakan pendapat ketika

                       dalam  kondisi  yang  sangat  jarang  yang  melibatkan  banyak  ketidakpastian,  auditor
                       menyimpulkan bahwa, meskipun telah memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat

                       tentang setiap ketidakpastian tersebut, ayditor tidak dapat merumuskan suatu opini atas
                       laporan  keuangan  karena  interaksi  yang  potensial  dari  ketidakpastian  tersebut  dan

                       kemungkinan  dampak  kumulatif  dari  ketidakpastian  tersebut  terhadap  laporan

                       keuangan.
                       Konsekuensi dari ketidakmampuan memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat yang

               disebabkan oleh manajemen, yaitu (1) Auditor harus meminta manajemen untuk mencabut
               pembatasan tersebut; (2) Auditor melakukan prosedur alternatif untuk memperoleh bukti audit

               yang cukup dan tepat. Jika auditor tidak dapat memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat,

               maka auditor harus menentukan: (1) jika dampak bersifat material tetapi tidak pervasif, maka
               auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian, atau; (2) jika dampak bersifat

               material dan pervasif, maka auditor harus menarik diri dari audit. Jika penarikan diri tidak
               memungkinkan, maka auditor tidak boleh menyatakan pendapat atas laporan keuangan.

                       Pertimbangan lain atas opini yaitu ketika auditor menyimpulkan suatu opini tidak wajar

               atau opini tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan, maka auditor
               tidak diperkenankan mencantumkan opini tanpa modifikasian berdasar  kerangka pelaporan

               keuangan yang sama atas suatu laporan keuangan tunggal, atau satu, atau lebih, unsur, akun,
               atau pos tertentu laporan keuangan.

                       Opini  modifikasian  harus  mencantumkan  suatu  basis  opini  sebelum  opini  dalam
               laporan  auditor  yang  menyediakan  suatu  penjelasan  tentang  hal-hal  yang  menyebabkan

                                                           48
   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58