Page 51 - gabungan tanpa kajur fix e-Modul Audit 1
P. 51
mencapai penyajian yang wajar. Auditor Auditor juga harus mengevaluasi apakah laporan
keuangan merujuk secara memadai pada, atau menjelaskan, kerangka pelaporan keuangan
yang berlaku.
1) Bentuk Opini
Auditor dapat menyatakan opini tanpa modifikasian dengan memperhitungkan:
a) Apakah bukti audit yang cukup dan tepat telah diperoleh
b) Apakah kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi adalah material, baik secara individu
maupun kolektif
c) Evaluasi apakah LK telah disusun sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang
berlaku, yaitu: (a) SAK yang ditetapkan oleh DSAK IAI; (b) SAP yang ditetapkan oleh
KSAP Kemenkeu RI.
Namun, jika auditor menyimpulkan bahwa berdasarkan bukti audit yang diperoleh, LK secara
keseluruhan tidak bebas dari kesalahan penyajian material, atau tidak dapat memperoleh bukti
audit yang cukup dan tepat untuk menyimpulkan LK secara keseluruhan bebas dari kesalahan
penyajian material, maka auditor harus memodifikasi opininya dalam laporan keuangan
berdasarkan SA 705.
2) Format Laporan Auditor
(1) Judul
(2) Pihak yang dituju (klien)
(3) Paragraf pendahuluan, berisi:
a) Entitas yang laporan keuangannya diaudit
b) Menyatakan Laporan Keuangan telah diaudit
c) Identifikasi judul setiap laporna yang menjadi bagian dari LK
d) Merujuk pada ikhtisar kebijakan akuntansi
e) Menyebut tanggal atau periode laporan
(4) Tanggung jawab manajemen atas LK
a) Penyusunan LK sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku
b) Pengendalian internal yang dipandang perlu oleh manajemen di bagian dari LK
(5) Tanggung jawab auditor, yaitu:
a) Menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit
b) Melaksanakan audit sesuai dengan SA yang ditetapkan IAPI
c) Menyatakan bahwa audit melibatkan pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti
audit
46