Page 10 - Cikal Cerita rakyat dari DIY
P. 10

“O, begitu,  ya.  Aku tidak  pernah  berpikir  sampai  sejauh  itu,”
                         ujar pemuda lainnya dengan penuh rasa kagum.

                                “Jadi  begitu ya  arti  gamelan  yang  terdiri  atas  beberapa  alat

                         musik itu,” pemuda yang lain menambahi pernyataan.

                                “Sangat  indah  bukan  arti  sebuah  perangkat musik  gamelan?
                         Gamelan hanya terdengar merdu kalau semua peralatannya dimainkan

                         secara bersama. Gamelan menjadi tidak merdu kalau dimainkan sendiri-
                         sendiri atau secara terpisah-pisah,” tambah Ki Mangli.

                                Suasana malam di pendopo dusun itu seperti tidak terasa dingin

                         walaupun hembusan angin terasa mulai menelusup ke dalam kulit.

                                “Demikian  juga  kita  hidup  di masyarakat  harus  dalam
                         kebersamaan. Kedamaian dan ketenteraman pasti tidak akan tercapai

                         jika  orang  tidak  akur.  Pasti  suasana  dusun  kita  jadi  kacau.  Bukan
                         demikian, Redi?”

                                Ki  Redi,  Kepala  Dusun  Hargamulya,  mengangguk mendengar

                         pertanyaan  Ki  Mangli.  “Ki  Redi, yang  kalian  tugasi  menjadi  kepala
                         dusun  di  sini,  tidak  ada  artinya  kalau  tidak  kalian  dukung  bersama
                         dalam tugasnya,” lanjut Ki Mangli.


                                “Benar!” jawab warga dusun hampir bersamaan.

                                “Demikian juga, kau Redi, Adikku. Biarpun engkau pandai dalam
                         memimpin  dusun,  tetapi  kalau  sombong  tidak ada  manfaatnya.  Kau

                         hanya akan menjadi masalah bagi penduduk yang kau pimpin. Maka,
                         jadikanlah  penduduk  dusun  sebagai  bagian  hidupmu  dengan  tulus.
                         Pasti akan indah. Yang indah itu akan melahirkan ketenteraman dan

                         keindahan, seperti suara gamelan.”

                                Masih banyak yang diajarkan oleh Ki Mangli tentang gamelan
                         kepada  warga  Dusun  Hargamulya.  Semua  warga  senang  karena

                         ajaran itu sangat berguna bagi mereka. Mereka tidak hanya terhibur
                         mendengar suara merdu dari gamelan, tetapi mereka juga memperoleh
                         pencerahan.








                                                           5
   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15