Page 22 - Cikal Cerita rakyat dari DIY
P. 22
3. Kembang Mulai Mekar
Desa Selagumelar tampak berbeda dengan hari-hari biasanya. Desa
subur di tepi hutan itu diliputi suasana kegembiraan. Siang itu para pencari
kayu bakar terpaksa menghentikan sejenak kegiatannya. Mata mereka lebih
tertarik memperhatikan kehadiran orang berkuda yang sedang berhenti di
tepi jalan. Orang dan kuda yang ditungganginya kelihatan gagah dan kuat. Ia
lalu turun dari kudanya dan mendekati salah seorang pencari ranting kayu.
“Saya datang dari tempat yang jauh,” kata orang berkuda itu sopan,
”saya utusan dari Kadipaten Wangen.”
“Maaf, ada kepentingan apa datang ke Desa Selagumelar ini, Kisanak?”
“Apakah engkau pernah mendengar tari tledhek pimpinan Ki Mangli?”
“Ya. Kebetulan rombongan itu sedang beristirahat di desa kami.
Mereka semalam datang kemari.”
“Aku bermaksud mencari rumah rombongan. Dapatkah Saudara
tunjukkan ke arah mana kami dapat menuju rumahnya?” kata orang berkuda
itu.
“Adakah sesuatu yang terjadi pada rombongan tari tledhek yang
terkenal itu?” tanya balik orang yang ditanya.
“Tidak ada apa-apa. Gusti Adipati Prasangkara, tuan kami, ingin
melihat keelokan tarian Sekargunung dan Sriyanti. Menurut kabar yang
tersiar hingga ke tempat yang jauh, Sekargunung dan Sriyanti mampu
membuat orang terlena dengan tariannya. Kami ingin menanggapnya.”
17