Page 34 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 34
membentuk arkegonim. Zigot dengan dua dinding yang tegak lurus satu sama lain membelah
menjadi empat kuadran, dua diantaranya membentuk ujung tunas dan daun beserta ligulanya,
dan yang dua lainnya menjadi akar dan haustorium, suspensor tidak ada. Letak embrio mula –
mula endoskopik, tetapi sedikit demi sedikit embrio itu berputar, hingga mencapai kedudukan
yang endoskopik.
Isoetales dianggap berasala dari Lycopodiinae yang telah mengalami reduksi. Semula
tumbuh – tumbuhan ini pun lebih besar. Dalam zaman perm, pleuromeia telah mencapai
tinggi 2 m dengan batang setebal lengan. Kemungkinan besar Sigillariaceae merupakan
nenek moyang Isoetales, tetapi mungkin juga Lepidodendrales. Isoetales hanya terdiri dari
satu suku raja yaitu Isoetaceae. Contohnya adalah Isoetes lacustris, I.echinasporum, I.
Duvieri.
3. Kelas Equisetinae (Paku Ekor Kuda)
Warga kelas ini yang sekarang masih
hidup umumnya berupa terna yang
menyukai tempat – tempat lembab.
Batangnya kebanyakan bercabang –
cabang berkarang dan jelas kelihatan
berbuku – buku dan beruas – ruas.
Daun – daun kecil, seperti selaput dan
tersusun berkarang, sporofil selalu
berbeda dari daun biasa. Sporofil
biasanya berbentuk perisai dengan
Bagan 1 Gambar 4.3. Equisetum aeniie
Sumber : Wikipedia sejumlah sporangium pada sisi
bawahnya, dan semua sporofil tersusun
merupakan suatu badan berbentuk gada atau kerucut pada ujung batang atau cabang.
Protalium berwarna hijau dan berkembag di luar spora. Equisetinae dibedakan dalam
beberapa bangsa.
1. Bangsa Equisetales
Bangsa ini hanya terdiri dari suku Eqisetaceae dan satu marga Equisetum dengan 25 jenis
saja. Tumbuh sebagian di darat, sebagian di rawa – rawa. Memiliki semacam rimpang yang
merayap, dengan cabang yang berdiri tegak. Pada buku – buku batang terdapat suatu
karangan daun serupa selaput atau sisik, berbentuk runcing, mempunyai satu berkas
33

