Page 32 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 32

Inti spora membelah secara bebas menjadi banyak, yang lalu tersebar dalam plasma

              pada bagian atas spora. Baru kemudian mulai terbentuk dinding – dinding sel yang meluas ke
              bawah, sehingga akhirnya seluruh spora terisi dengan sel  – sel protalium. Akhirnya dinding

              makrospora pecah dan protalium yang terdiri atas sel – sel kecil dan tidak berwarna tersebut
              keluar dan membentuk 3 rizoid pada 3 tempat. Setelah satu atau beberapa arkegonium dibuahi,

              mulailah perkembagan embrio  yang  biasanya  bersifat endoskopis. Untuk  membebaskan diri
              dari protalium, embrio yang endoskopik itu membelok seperti pada Lycopodium.

                       Bangsa ini hanya terdiri atas satu suku Selaginellaceae, dan satu marga selaginella. Di

              Indonesia anatara lain kita dapati Selaginella caudata, S. Plana, S. Wildenowii.
                       3.  Bangsa Lepidodendrales

                       Bangsa ini sekarang telah punah. Tumbuhan ini mencapai puncak perkembangannya

              dalam  zaman  Devon,  Karbon,  dan  Perm.  Dalam  zaman  tersebut  Lepidodendrales  telah
              berbentuk pohon – pohon yang mencapai tinggi sampai 30 meter dengan garis tengah batang

              sampai 2 meter. Daun – daunnya bangun jarum atau bangun garis mempunyai lidah  –  lidah
              terdapat  berkas  pengangkut  yang  sederhana  dan  jarang  sekali  memperlihatkan  pertumbuhan

              menebal sekunder. Pada batang telah terdapat pula meristem bermacam kambium gabus, yang
              kearah dalam menghasilkan bayak sel – sel gelam. Lepidodendron hampir 90 % penampang

              melintang batang terdiri atas gelam. Pohon yang miskin akan bagian kayu ini mempunyai alat

              – alat yang tumbuh mendatar tidak jauh dari permukaan tanah, bersifat seperti rimpang. Organ
              ini mengadakan pertumbuhan menebal sekunder dan disebut pendukung akar, atau stigmarium.

              Permukaannya  penuh  dengan  berkas  –  berkas  akar,  karena  akar  –  akar  yang  tumbuh  dari
              stigmarium itu kemudian terputus dari stigmarium tadi.

               Bangsa ini dibedakan dalam beberapa suku, yaitu:
                -  Suku sigillariaceae batangnya penuh dengan berkas – berkas daun yang berupa bantalan

                    berbentuk  segi enam dan tersusun  berderet  –  deret menurut poros bujur  batang. Daun

                    mencapai panjang 1  m.  Lebarnya  hanya 1 cm,  mempunyai  satu tulang daun, tersusun
                    pada  ujung  batang  yang  bercabang  –  cabang  menggarpu  atau  tidak  lagi  bercabang  –

                    cabang.  Pada  bagian  bawah  tajuk  pohon  tampak  bergantung  pada  kumpulan  sporofil

                    berbentuk kerucut yang besar – besar. Contoh : S. Sigillaria elegans, S. Micaudi.
                -  Suku Lepidodendaceae, daun – daun panjangnya sampai bebrapa dm, tersusun menurut

                    garis spiral dan duduk diatas  bantalan  –  bantalan  berbentuk  belah ketupat. Batangnya
                    memperlihatkan lebih banyak percabangan dikotom, pada ujung cabang – cabang terdpat

                    kerucut – kerucut sporofil. Berkas pengangkut primer masih berupa suatu prostele dan
                    bagi yang lebih tinggi berupa sifonostele. Pada sigillariaceae malahan telah terdapat jari


                                                                                                       31
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37