Page 33 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 33

–  jari  empulur.  Dalam  makrosporangium  sering  hanya  terdapat  satu  makrospora  yang

                    tebalnya  dapat  mencapai  5  mm.  Pada  Lepidostrobus  major  spora  untuk  sebagian
                    berlekatan  dengan  dinding  sporangium,  pembentukan  protalium  berlangsung  di  dalam

                    sporangium itu. Protaliumnya menyerupai protalium selaginellales.
                -  Contoh : Lepidodendron vasculare, L. Aculeatum, Lepidostobus major.

               Lepidospermae merupakan suatu kelompok warga Lepidondrales yang berbeda dengan warga
               tumbuhan paku lainnya, karena telah mempunyai biji. Makrosporofil menjadi suatu selubung

               (integument)  sporangium,  tetapi  pada  ujungnya  terbuka,  sehingga  dapat  menangkap

               mikrospora yang berhamburan, dan dengan cara yang belum diketahui akhirnya akan terjadi
               pembuahan.  Organ  tersebut  tetap  pada  tumbuhan  induknya  dan  berkembang  menjadi  biji.

               Pada pembentukan kulit  biji tidak  hanya dinding sporangium  saja  ikut  mengambil  bagian,

               tetapi juga sporofil. Karena makrosporofil tersusun dalam badan  – badan berbentuk seperti
               kerucut,  terjadilah  kerucut  –  kerucut  yang  mengandung  biji  seperti  gymnospermae.  Dari

               golongan  ini  sebagai  contoh  adalah  Lepidocarpon  lomaxi,  L.  Westfalium,  Miadesmia
               membranacea.

                       4.  Bangsa Isoetales.
               Tumbuhan tergolong bangsa ini berupa terna, sebagian hidup tenggelam dalam air, sebagian

               hidup  pada  tanah  yang  basah.  Batang  seperti  umbi  dan  memperlihatkan  pertumbuhan

               membesar sekunder  biasa. Dari  batang keluar suatu rozet, daun pada pangkalnya  melebar,
               mempunyai mesofil sederhana, dan pada sisi atas memiliki suatu cekungan yang dinamakan

               foveum. Hanya daun – dan yang letaknya paling dalam yang steril. Antara sporofil dan daun
               biasa tidak terdapat perbedaan bentuk. Diatas foveum terdapat lidah – lidah berupa selaput

               segitiga dengan pangkal yang terbenam. Ligula berfungsi sebagai alat penghisap air dan zat –
               zat makanan.


                       Daun  –  daun  yang  tersusun  dibagian  luar  rozet  berupa  makrisporofil  dengan

               makrosporangium  yang  menghasilkan  banyak  makrospora  berbentuk  blat  atau  tetraeder.

               Daun  yang  letaknya  lebih  dalam  merupakan  mikrosporofil  dengan  mikrosporangium  yang
               menghasilkan mikrospora berbentuk jorong dan agak pipih pada salah satu sisinya. Di dalam

               sporangium  terdapat  jaringan  –  jaringan  steril  yang  dinamakan  trubekula.  Dindang
               sporangium terdiri atas beberapa lapis tapetum.


                       Protalium yang berumah dua itu sangat kecil dan terbentuk di dalam spora. Protalium

               jantan  hanya  menghasilkan 4 spermatozod berbentuk spiral dan pada ujung  muka terdapat
               suatu  berkas  bulu  –  bulu  cambuk.  Pada  tempat  robeknya  dinding  spora,  protalium


                                                                                                       32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38