Page 29 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 29
2. KELAS LYCOPODINAE (Paku Rambat atau Paku Kawat)
Batang dan akar – akarnya bercabang –
cabang dan menggarpu. Daunnya kecil –
kecil (mikrofil), tidak bertangkai, selalu
bertulang satu saja, dan ada beberapa
bangsa yang daun – daunnya memiliki lidah
– lidah (ligula). Daun – daun tersusun
menurut garis spiral, sporofilnya berbeda
dengan tropofilnya. Tiap – tiap sporofil
mempunyai satu sporagonium yang besar
Gambar 4.2. Lycopodiella cernua pada bagian bawah sisi atas daun.
Sumber: Dokumentasi pribadi
Lycopodinae adalah keturunan dari
Psilophytinae, hal ini dibuktikan oleh adanya mikrofil. Lapisan dalam dinding sporangium
yang disebut dengan tapetum, pada waktu spora menjadi masak dan tidak terlarut. Embrio
oleh suspensor didesak kedalam jaringan protalium kecuali pada Isoetes.
Lycopodinae di dalam zaman karbon telah berkembang lebih luas daripada zaman
sekarang, bahkan ada yang telah berkembag menjadi tumbuhan berbiji, yaitu Lepidospermae.
Mungkin karena tidak sempurnanya alat – alat penyerap dan pengangkut air, maka tumbuhan
yang telah beripa pohon it kemudia pnah menjelang akhir zaman Palaeozoikum, karena iklim
di bumi ini bertambah kering. Paku kawat dan paku rane yang berupa terna itulah yag dapat
bertahan sampai sekarang.
1. Bangsa Lycopodiales
Bangsa ini terdiri kurang lebih atas 200 jenis tumbuhan yang hampir semua tergolong
dalam suku Lycopodiaceae dari marga Lycopodium. Lycopodium itu kebanyakan berupa trna
kecil yang sering sekali dipakai untuk pembuatan buket bersama dengan bunga. Batang
mempunyai berkas pengangkut yang masih sederhana, tumbuh tegak atau berbaring dengan
cabang – cabang yang menjulang ke atas. Daun – daun berambut, berbentk garis atau jarum
yang dianggap homolog dengan mikrofil Psilophytinae dan hanya memiliki satu tulang yang
tidak bercabang.
Akar biasanya bercabang – cabang menggarpu. Bagian – bagian batang yang berdiri
tegak, di atas bagian yang agak jarang daun – daunnya mempunyai rangkaian sporofil.
Sporofil berbentuk segitiga sama sisi, mempunyai sporangim yang agak pipih, berbentuk
ginjal, menghasilkan isospora, letak sporangium pada sisi atas daun dekat dengan
28

