Page 187 - FIKIH_MTs_KELAS_ IX_KSKK_2020
P. 187

4)  Seperenam (1/6)

                                a)  Ayah (jika ada anak laki-laki)
                                b)  Ibu (jika ada anak)

                                c)  Kakek (jika tidak ada ayah)
                                d)  Nenek (jika tidak ada ibu)

                                e)  Saudara laki-laki atau perempuan seibu
                                f)  Cucu  perempuan  dari  anak  laki-laki  (jika  bersama  anak  perempuan

                                    kandung)

                                g)  Seorang saudara seayah atau lebih
                             5)  Seperdelapan (1/8)

                                Istri mendapat seperdelapan jika tidak ada anak.
                             6)  Dua pertiga (2/3)

                                a)  Dua anak perempuan atau lebih
                                b)  Dua cucu perempuan atau lebih dari anak laki-laki

                                c)  Dua saudara kandung atau lebih

                                d)  Dua saudara seayah atau lebih.

                     7.  Cara Menghitung Waris

                         Hal  pertama  yang  harus  dilakukan  dalam  metode  perhitungan  waris  adalah
                         menentukan ahli waris beserta bagian warisan yang berbentuk pecahan yakni 1/2,

                         1/3, 1/4, 1/6, 1/8, dan 2/3. Setelah itu, tahap selanjutnya adalah menentukan asal

                         masalah.
                         Penentuan asal masalah  merupakan cara untuk menentukan porsi bagian masing-

                         masing ahli waris dengan menyamakan nilai penyebut (bagian bawah pecahan) dari
                         semua  bagian  ahli  waris.  Menyamakan  nilai  penyebut  dengan  cara  menentukan

                         kelipatan  yang  paling  kecil  dari  semua  bilangan  penyebut.  Kalau  ada  ahli  waris

                         asabah maka dia mendapat sisa harta warisan yang sudah dibagi kepada ahli waris
                         ashabul  furud.  Oleh  karena  itu,  perhatikan  beberapa  contoh  pembagian  waris

                         berikut:
                         a.  Upin meninggal dunia karena sakit. Sebagai seorang suami yang rajin bekerja,

                             ia mewariskan harta sebesar Rp. 200.000.000,00. Ia meninggalkan seorang istri

                             dan  satu  anak  perempuan,  ia  juga  memiliki  seorang  saudara  laki-laki.  Maka,
                             bagian masing-masing ahli waris  adalah:


                                                      FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH KELAS IX 171
   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192