Page 23 - BUKU Neraca Bahan Makanan Tahun 2024
P. 23
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Gambaran ketersediaan pangan di Kabupaten Sarolangun berdasarkan
penjelasan diatas dapat didapatkan kesimpulan sebagai berikut :
a. Penyediaan pangan menurut Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2024 di
Kabupaten Sarolangun dengan ketersediaan energi sebesar 2.738
kkal/kap/hr, protein 91,36 gr/kap/hr dan lemak 46,02 gr/kap/hr. Angka
ketersediaan sudah mencukupi angka Nasional yang sudah ditetapkan
melalui WNPG X Tahun 2012 ketersediaan energi 2.400 kkal/kap/hr dan
ketersediaan protein 63 gr/kap/hr.
b. Skor PPH Ketersediaan di Kabupaten Sarolangun sebesar 85,21 dengan
indikasi bahwa mutu dan keragaman pangan serta keseragaman gizi
belum cukup, karena beberapa kelompok pangan seperti umbi-umbian,
pangan hewani, sayuran, buah/biji berminyak dan gula masih dibawah
nilai skor PPH. Bila skor mutu pangan (PPH) makin meningkat berarti
tingkat keragaman, keseimbangan dan mutu pangan semakin baik.
3.2 Saran
Dalam rangka menjaga ketersediaan pangan maka diperlukan
beberapa upaya strategis antara lain:
a. Perlu adanya peningkatan produksi pangan melalui intensifikasi tanaman
pangan terutama pangan yang belum memenuhi target skor PPH seperti
umbi-umbian, pangan hewani dan buah/biji berminyak.
b. Informasi pasar perlu ditingkatkan, sehingga distribusi bahan pangan di
Kabupaten Sarolangun semakin baik dan keragaman ketersediaan bahan
pangan dapat tercapai sesuai dengan target skor Pola Pangan Harapan.
c. Upaya strategis lain yang mendukung penyediaan pangan di suatu
daerah, baik oleh pemerintah, swasta maupun kalangan masyarakat luas
perlu ditingkatkan.
d. Meningkatkan pemanfaatan pekarangan keluarga dan masyarakat untuk
meningkatkan ketahanan pangan.
19