Page 26 - BAB 3 SUHU DAN KALOR
P. 26
Gambar 4.13 Pengaruh penurunan tekanan terhadap titik didih.
Meskipun sudah tidak terjadi pemanasan ternyata air dalam labu didih
mendidih kembali. Mengapa demikian? Ketika labu didih disiram dengan air dingin,
tekanan di atas permukaan air dalam labu didih turun. Karena tekanannya turun, air di
dalam labu mendidih lagi. Jadi, zat cair dapat mendidih di bawah titik didih normal
apabila tekanan pada permukaan zat cair kurang dari 1 atm.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, untuk tekanan udara normal, yaitu 76
o
cmHg atau 1 atm, air mendidih pada suhu 100 C. Seperti diketahui, semakin tinggi
suatu tempat dari permukaan laut, tekanan udaranya semakin rendah. Akibatnya, titik
didih air juga semakin rendah. Jadi, apabila kalian mendidihkan air di puncak gunung
o
yang memiliki ketinggian 2300 m di atas permukaan laut, air mendidih sekitar 95 C.
Apabila tekanan pada permukaan zat cair diperbesar, apa akibatnya terhadap
titik didih? Untuk menjawab pertanyaan ini, kalian dapat melakukan Kegiatan 4.7.
Kegiatan 4.7 Menyelidiki Pengaruh Kenaikan Tekanan Terhadap Titik
Didih
Alat dan Bahan
Labu didih, aspirator, manometer, kondensor, pompa tekan, termometer, selang karet,
pemanas, dan air secukupnya
Prosedur Kegiatan
1. Susunlah alat seperti tampak pada Gambar 4.14.
2. Isilah labu didih dengan air 50 mL, kemudian panaskan.
3. Pompalah udara ke dalam aspirator sehingga tekanan dalam labu didih
menjadi besar. Tekanan yang besar ditunjukkan oleh naiknya permukaan raksa
pada kaki kanan manometer.
4. Tunggu beberapa saat sehingga tekanan pada labu didih lebih dari 1 atm.
5. Perhatikan apa yang terjadi pada air dalam labu didih. Pada suhu berapakah air
mendidih?
Gambar 4.14 Pengaruh kenaikan tekanan terhadap titik didih.
Berdasarkan Kegiatan 4.7 dapat disimpulkan bahwa air dalam labu didih belum
mendidih meskipun suhu yang ditunjukkan oleh termometer telah menunjukkan
26

