Page 30 - BAB 3 SUHU DAN KALOR
P. 30

balok.  Setelah  ditunggu  beberapa  saat,  kawat  mampu  menembus  es  balok  dan
                   akhirnya  jatuh  ke  lantai.  Anehnya,  balok  tetap  utuh  tidak  terbelah.  Bagaimana
                   peristiwa ini dapat dijelaskan?
                          Ketika  kawat  menekan  permukaan  balok  es,  bagian  es  yang  terkena  kawat
                   melebur  terlebih  dahulu.  Artinya,  tekanan  yang  diberikan  dapat  menurunkan  titik
                   lebur es. Akibat es melebur, kawat dapat bergerak ke bawah melalui bagian es yang
                   telah  melebur.  Akan  tetapi,  segera  setelah  dilewati  kawat,  tekanan  pada  air  hasil
                   peleburan es sama dengan tekanan udara luar sehingga air kembali membeku menjadi
                   es.  Jadi,  lintasan  yang  dilewati  kawat  segera  membeku  kembali  menjadi  es.
                   Akibatnya,  kawat  mampu  menembus  es  balok  tetapi  es  balok  tetap  utuh  tidak
                   terbelah.  Peristiwa  meleburkan  bagian  balok  es  yang  diberi  beban  dan  membeku
                   kembali sesaat setelah beban dihilangkan dinamakan regelasi.










                                                  Gambar 4.16 Regelasi.


                          Ketidakmurnian zat juga dapat mempengaruhi titik lebur. Penambahan garam
                                                                                                   o
                   dapur pada campuran air dan es mampu menurunkan titik lebur es sampai  – 20 C.
                   Peristiwa ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ice cream. Pemberian garam dapur
                                                                                                   o
                   dapat  menurunkan  titik  lebur  es,  sehingga  es  dapat  melebur  di  bawah  suhu  0 C.
                   Proses melebur membutuhkan kalor. Kalor tidak diberikan dari luar, tetapi  diambil
                   dari  es  itu  sendiri.  Akibatnya,  suhu  es  turun  meskipun  es  dalam  keadaan  cair  (ice
                   cream).


                   Azas Black
                          Apa  yang  terjadi  apabila  dua  zat  yang  berbeda  suhunya  dicampur  dalam
                   wadah  yang  terisolasi  dari  lingkungan  sekitarnya?  Sebagaimana  telah  diuraikan  di
                   depan,  kalor  mengalir  dari  suhu  tinggi  ke  suhu  rendah.  Artinya,  zat  yang  suhunya
                   tinggi  akan  melepaskan  kalor  dan  zat  yang  suhunya  rendah  akan  menerima  kalor.
                   Kalor yang dilepaskan oleh zat yang bersuhu tinggi sama dengan kalor yang diterima
                   oleh zat yang bersuhu rendah. Pernyataan ini mula-mula dikemukakan oleh fisikawan
                   Inggris,  Joseph  Black  (1728-1799),  sehingga  dikenal  sebagai  asas  Black.  Secara
                   sederhana, azas Black dapat dirumuskan sebagai berikut:

                                 Qdilepaskan = Qditerima                                   (4-7)

                   Jadi,  apabila  dua  zat  yang  berbeda  suhunya  dicampur  kedua  zat  itu  akhirnya  akan
                   memiliki  suhu  yang  sama.  Untuk  memahami  penerapan  Azas  Black,  perhatikan
                   contoh soal berikut.




                                                           30
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35