Page 113 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 113
mungkin merasa semua berjalan baik
padahal terjadi masalah di titik pelayanan.
2. Beban Kerja Administratif (Fenomena
Compliance over Quality)
Pimpinan Puskesmas dan koordinator program
sering kali terjebak dalam "hutan" administratif.
Pengisian berbagai aplikasi, laporan keuangan,
hingga dokumen akreditasi menyita sebagian
besar waktu kerja.
a. Dampaknya: Waktu yang seharusnya
digunakan untuk fungsi Intellectual
Stimulation (berdiskusi mencari solusi
inovatif) atau Individualized Consideration
(mendengarkan keluh kesah staf) habis
hanya untuk memastikan kepatuhan
dokumen.
b. Risikonya: Kepemimpinan berubah
menjadi "Kepemimpinan Administratif" yang
dingin, di mana interaksi dengan staf hanya
terjadi saat menagih laporan, bukan saat
membangun motivasi.
3. Resistensi terhadap Inovasi (Status Quo
Bias)
Perubahan alur layanan (misal: digitalisasi
pendaftaran atau perubahan jam poli) sering kali
ditolak oleh staf yang sudah berada dalam zona
nyaman selama bertahun-tahun.
a. Dampaknya: Munculnya kelompok staf
yang melakukan penolakan secara pasif
110

