Page 33 - Tomanurun
P. 33
memandang langit yang bertaburan bintang. Ia seolah melihat
wajah anak dan istrinya di langit itu. Seketika ia menelan
ludah. Getir.
Sepotong bulan muncul tepat di atas mereka.
“Selamat malam, sobat,” tegur Bulan.
Mereka mendongakkan kepala. Kerbau Putih membalas
sapaan itu dengan ramah.
“Lama aku tidak melihatmu, ke mana saja?” tanya Bulan
lagi kepada Kerbau Putih.
“Ya, aku berkelana ke berbagai negeri untuk melihat
cucu-cucuku,” jawab Kerbau Putih. Rupanya mereka berdua
berkawan lama.
Tiba-tiba terlintas sesuatu di pikiran Polo Padang.
“Mohon maaf, bolehkah aku bertanya, Bulan?” lelaki itu
menyela pembicaraan mereka.
Bulan memandangnya. “Tentu saja,” jawabnya.
“Apakah kau tahu letak pintu gerbang negeri kayangan?”
tanya Polo Padang.
27