Page 175 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 175
pemahaman yang lebih utuh mengenai mekanisme supervisi
berbasis Wakaf dan hibah dalam konteks madrasah.
(2) Bentuk Data
Data yang digunakan berupa hasil naratif (dari tahap kualitatif) dan
data numerik (dari tahap kuantitatif), yang disandingkan dan
dibandingkan untuk menemukan kesesuaian, perbedaan, maupun
hubungan sebab-akibat antar temuan.
(3) Analisis Data
Proses integrasi dilakukan melalui analisis komparatif dan
triangulasi hasil, di mana data dari dua pendekatan dikonfirmasi
satu sama lain. Hasil akhirnya berupa model konseptual supervisi
berbasis Wakaf dan hibah, yang menggambarkan hubungan
antara kepemimpinan kepala madrasah, kontribusi non-finansial
guru, dan keberhasilan program sosial madrasah.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 6
Jakarta yang memiliki program sosial dan pembinaan guru aktif. Madrasah
ini dipilih karena menerapkan praktik supervisi akademik sekaligus
mengembangkan sumber daya non-finansial guru untuk kegiatan sosial.
3.3 Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2025.
Pemilihan rentang waktu tersebut disesuaikan dengan kalender akademik
madrasah, agar peneliti dapat mengamati pelaksanaan supervisi kepala
madrasah, partisipasi guru, dan program sosial madrasah secara optimal.
3.4 Pengumpulan Data
Dalam tahap awal penelitian, kegiatan diawali dengan
pengumpulan data. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data
sekunder sebagai berikut.
3.4.1 Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber
informan di lapangan, melalui proses interaksi dan pengamatan peneliti
terhadap subjek penelitian. Data ini merepresentasikan pengalaman,
pandangan, dan praktik nyata para informan terkait supervisi berbasis
Wakaf dan hibah di madrasah.
a) Sumber data primer
Sumber data primer diperoleh dari empat kelompok informan
utama adalah sebagai berikut:
(1) Kepala madrasah, sebagai pelaku utama supervisi yang
menanamkan nilai Wakaf dan hibah dalam pembinaan guru.
(2) Guru, sebagai pelaksana sekaligus pemberi hibah non-finansial
berupa waktu, tenaga, dan ide dalam mendukung program sosial
madrasah.
(3) Pengurus program sosial madrasah, sebagai pihak pengelola dan
pelaksana kegiatan sosial yang menjadi wadah implementasi nilai
Wakaf dan hibah.
8

