Page 186 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 186

edukatif dari wakaf serta hibah guru berada pada tingkat yang sangat
                        positif dan relatif konsisten. Temuan ini sejalan dengan pendapat
                              Hasan (2010) yang menyatakan bahwa wakaf berperan strategis
                        dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan
                        sumber daya manusia di lembaga pendidikan.
                              Selanjutnya, Suharto (2018) menegaskan bahwa praktik filantropi
                        Islam seperti hibah dan wakaf memiliki dampak sosial signifikan dalam
                        membangun solidaritas, kepedulian, serta etos kerja kolektif di lingkungan
                        pendidikan.
                              Sejalan dengan itu, Aziz (2020) menjelaskan bahwa kontribusi guru
                        dalam bentuk pengabdian, tenaga, dan keikhlasan dapat dikategorikan
                        sebagai wakaf non-material yang memperkuat dimensi moral dan spiritual
                        peserta didik.
                              Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pandangan
                        bahwa wakaf dan hibah non-material dalam konteks pendidikan tidak
                        hanya    bernilai  ibadah,    tetapi  juga   berfungsi    sebagai    instrumen
                        pemberdayaan sosial dan peningkatan mutu pendidikan berbasis nilai-nilai
                        filantropi Islam.
                        4.3 Pembahasan
                             Pembahasan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan wakaf
                        dan hibah guru di lingkungan madrasah merupakan bentuk transformasi
                        nilai filantropi Islam dalam praktik pendidikan modern, yang berimplikasi
                        pada peningkatan mutu, karakter, dan kesejahteraan komunitas sekolah
                        secara berkelanjutan.
                        4.3.1 Gambaran Umum
                             Madarasah Tsanawiyah Negeri 6 terletak di Condet Batu Ampar
                        Kelurahan Batu Ampar Kecamatan Kramatjati Jakarta Timur, Madrasah ini
                        dalam naungan Departemen Agama Republik Indonesia.
                             Madrasah ini terletak di tengah-tengah tanah persawahan yang
                        merupakan tempat strategis untuk pendidikan/proses belajar mengajar,
                        sebab di sebelah barat pinggir Jalan Raya Condet ke arah Timur terletak
                        Sekolah Dasar Negeri 10 Pagi Kecamatan Kramatjati Jakarta Timur, ke
                        arah Utara Jalan Raya Inerbang ke arah Selatan tanah kosong milik
                        Bapak Drs. Tambah.
                             Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 ini dibangun di atas seluas 5. 946
                        m2 lebarnya kurang lebih 50 m2 luas bangunannya 840 m2 dan lebarnya
                        kurang lebih 50 m2 luas relatif ukuran 7 m2 X 8 m2 maka sisanya
                        dibangun untuk keperluan antara lain: a) Lapangan/halaman sekolah b)
                        Kebun sekolah c) Warung sekolah d) Dan lain-lain.
                             Status tanah tersebut milik pemerintah yang dibangun oleh
                        Departemen Agama Republik Indonesia. Hal ini sangat besar maksud dan
                        tujuannya,   karena    dengan     demikian    hubungan     antara   Madrasah
                        Tsanawiyah Negeri 6 (MTsN 6) dengan pemerintah maupun dengan
                        instansi lainnya dapat berjalan dengan lancar dan teratur. Untuk itu
                        Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur dapat menunjang terlaksananya
                        pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 tersebut, sehingga proses




                                                                                                     19
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191