Page 207 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 207
V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep wakaf dan
hibah non-finansial di lingkungan madrasah memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan, semangat pengabdian
guru, serta pemberdayaan sosial madrasah.
(1) Wakaf dan hibah non-material berupa tenaga, waktu, ilmu, dan ide
terbukti menjadi instrumen filantropi pendidikan yang memperkuat nilai
spiritual, sosial, dan profesional guru. Guru tidak hanya berperan
sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen kemaslahatan yang
menanamkan nilai keikhlasan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial
dalam praktik pembelajaran.
(2) Supervisi kepala madrasah berbasis wakaf dan hibah mendorong
terbangunnya pola kepemimpinan kolaboratif dan partisipatif. Kepala
madrasah berperan sebagai fasilitator dan pembina moral yang
menginspirasi guru untuk beramal tanpa pamrih melalui pembinaan
reflektif, pemberdayaan profesional, serta evaluasi berbasis
kemaslahatan.
(3) Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai mean antara 4,10–4,45
pada berbagai indikator, dengan kategori “Setuju” hingga “Sangat
Setuju”. Hal ini mencerminkan persepsi yang sangat positif dan
konsisten dari para responden terhadap praktik wakaf dan hibah
dalam supervisi dan kegiatan pembelajaran.
(4) Secara konseptual, model supervisi wakaf dan hibah merupakan
sintesis antara teori supervisi akademik modern dan nilai-nilai filantropi
Islam. Model ini menekankan empat dimensi utama: keikhlasan (wakaf
diri), kolaborasi (hibah tenaga dan ide), pemberdayaan (wakaf ilmu),
dan kemaslahatan sosial. Penerapan model ini berdampak pada
peningkatan profesionalitas guru, penguatan budaya kerja kolektif,
serta terbentuknya madrasah yang berorientasi pada ibadah,
kemaslahatan, dan keberlanjutan sosial.
5.2 Saran
Saran dari penelitian ini untuk keterlibatan semua pihak dalam
mewujudkan wakaf dan hibah adalah sebagai berikut:
(1) Bagi Kepala Madrasah
Diharapkan dapat menerapkan model supervisi berbasis wakaf dan
hibah secara berkelanjutan, dengan mengintegrasikan nilai-nilai
keikhlasan, tanggung jawab, dan tolong-menolong dalam setiap
40

