Page 208 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 208
kegiatan pembinaan guru. Kepala madrasah perlu berperan tidak
hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai motivator dan teladan
spiritual yang menggerakkan semangat pengabdian guru.
(2) Bagi Guru
Guru hendaknya menumbuhkan kesadaran bahwa mengajar,
membimbing, dan berkontribusi dalam program sosial madrasah
merupakan amal jariyah yang bernilai ibadah. Praktik wakaf non-
material seperti pemberian waktu, tenaga, dan ide kreatif perlu
dikembangkan sebagai wujud nyata filantropi pendidikan Islam dan
penguatan karakter profesional pendidik.
(3) Bagi Madrasah/Lembaga Pendidikan
Madrasah perlu membangun budaya kelembagaan berbasis wakaf
sosial, dengan sistem penghargaan moral terhadap guru yang aktif
berkontribusi non-finansial. Pengelolaan program sosial, pelatihan,
dan pembinaan guru sebaiknya diarahkan untuk memperkuat
kemaslahatan bersama serta mengurangi ketergantungan pada dana
finansial.
(4) Bagi Pemerintah dan Pemangku Kebijakan
Kementerian Agama dan lembaga terkait disarankan untuk menyusun
kebijakan supervisi dan pemberdayaan guru yang memasukkan nilai-
nilai spiritual dan sosial Islam sebagai indikator kinerja. Program
peningkatan kompetensi guru perlu mengakomodasi aspek wakaf
profesional agar sistem pendidikan Islam lebih mandiri, berdaya guna,
dan berkelanjutan.
(5) Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitian berikutnya disarankan untuk memperluas cakupan lokasi
dan waktu penelitian, serta menggunakan pendekatan longitudinal
agar diperoleh gambaran perubahan perilaku guru dan efektivitas
jangka panjang dari penerapan supervisi berbasis wakaf dan hibah.
Kajian komparatif antar madrasah juga penting untuk memperkaya
model konseptual yang telah ditemukan.
41

