Page 203 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 203

dan kepemimpinannya. Oleh karena itu, kepala madrasah perlu
                        mengintegrasikan fungsi supervisi dengan nilai-nilai spiritual agar
                        pelaksanaannya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bernilai
                        moral dan sosial.
                        a)   Tujuan Supervisi Kepala Madrasah
                             Supervisi yang dilakukan oleh kepala madrasah bertujuan untuk
                        meningkatkan mutu pembelajaran dan mengembangkan profesionalisme
                        guru. Sergiovanni (1987) menjelaskan bahwa supervisi pendidikan
                        merupakan     proses    membantu      guru   mengembangkan        kemampuan
                        profesionalnya agar mampu memperbaiki kualitas pembelajaran. Dalam
                        konteks madrasah, tujuan supervisi juga diarahkan untuk memperkuat
                        nilai-nilai spiritual dan sosial, sesuai dengan misi pendidikan Islam yang
                        menekankan      keseimbangan      antara   aspek    intelektual,  moral,   dan
                        kemaslahatan umat (Tilaar, 2004).
                             Dengan demikian, supervisi kepala madrasah berfungsi ganda:
                        pertama, untuk meningkatkan kompetensi profesional guru; kedua, untuk
                        menanamkan nilai-nilai pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai
                        bagian dari ibadah.
                        b)   Pilar Supervisi: Keikhlasan, Ukhuwah, dan Kemaslahatan
                             Supervisi yang efektif di madrasah tidak hanya didasarkan pada
                        pendekatan teknis, tetapi juga nilai-nilai etik dan spiritual. Dalam konteks
                        ini, terdapat tiga pilar utama yang menjadi dasar pelaksanaan supervisi,
                        yaitu keikhlasan, ukhuwah, dan kemaslahatan.
                        (1) Keikhlasan
                            Keikhlasan menempatkan supervisi sebagai bagian dari ibadah dan
                            amanah moral. Kepala madrasah melaksanakan pembinaan dengan
                            niat tulus dan semangat tanggung jawab. Menurut Al-Ghazali (Iḥyā’
                            ‘Ulūm al-Dīn), keikhlasan merupakan fondasi setiap amal, dan tanpa
                            keikhlasan, pekerjaan kehilangan nilai spiritualnya. Supervisi yang
                            dilandasi keikhlasan akan menumbuhkan budaya kerja yang jujur,
                            penuh dedikasi, dan bebas dari kepentingan pribadi.
                        (2) Ukhuwah
                            Ukhuwah atau persaudaraan menjadi dasar hubungan kerja yang
                            harmonis dan kolaboratif antara kepala madrasah, guru, serta tenaga
                            kependidikan. Q.S. Al-Hujurat [49]: 10 menegaskan pentingnya
                            ukhuwah dalam menjaga kesatuan dan kerja sama antarsesama
                            mukmin. Dalam praktik supervisi, ukhuwah berarti keterbukaan, saling
                            menghargai, dan kerja sama dalam memperbaiki mutu pembelajaran.
                            Pendekatan ini sejalan dengan prinsip supervisi kolaboratif yang
                            menempatkan guru sebagai mitra dalam refleksi dan pengembangan
                            diri (Glickman, Gordon, & Ross-Gordon, 2010).
                        (3) Kemaslahatan
                            Pilar kemaslahatan mengarahkan seluruh kegiatan supervisi agar
                            memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga madrasah. Prinsip
                            ini sesuai dengan maqāṣid al-syarī‘ah, yaitu orientasi pada kebaikan
                            dan kesejahteraan bersama (Al-Syatibi, 1997). Kepala madrasah
                            memastikan      bahwa     setiap   kebijakan    supervisi    tidak   hanya




                                                                                                     36
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208