Page 200 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 200
Dengan demikian, supervisi pendidikan yang berfokus pada
peningkatan mutu dan pengembangan profesional guru merupakan
manifestasi praktis dari kaidah fiqh ini, di mana tindakan administratif atau
formal hanya bernilai bila mendukung pencapaian tujuan pendidikan yang
lebih luas.
َّاو وَف ِِ ّإ َّاولا ٌُي ّ اِ
(Mā lā yatimm al-wājib illā bihi fa huwa wājib)
“Sesuatuyang menjadi sarana terlaksananya kewajiban, maka hukumnya
wajib.”
Kaidah ini menegaskan bahwa setiap sarana yang memungkinkan
terlaksananya kewajiban utama menjadi kewajiban itu sendiri. Dengan
kata lain, meskipun suatu tindakan bukan tujuan akhir, ia wajib dilakukan
karena tanpa itu, kewajiban utama tidak dapat terpenuhi.
Dalam fiqh, Kaidah ini merupakan salah satu prinsip dalam ushul fiqh
yang menjelaskan hubungan antara kewajiban utama dan sarana
pendukungnya. Contoh klasik: Wudhu menjadi wajib karena merupakan
syarat sah shalat; tanpa wudhu, shalat tidak sah.
Menurut al-Zarqā dalam Sharḥ al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah, kaidah ini
membantu memahami penerapan hukum secara proporsional antara
tindakan utama dan sarana pendukungnya, sehingga setiap sarana yang
mendukung kewajiban utama tidak boleh diabaikan.
Dalam Supervisi Pendidikan kewajiban pendidik adalah menjaga dan
meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang efektif,
profesional, dan berkelanjutan. Supervisi pendidikan, baik formal (evaluasi,
observasi kelas) maupun informal (mentoring, diskusi pedagogik),
merupakan sarana utama untuk memastikan kewajiban tersebut
terlaksana. Ketika supervisi dilakukan dengan semangat wakaf
(pengabdian sukarela) dan hibah ilmu atau tenaga), kegiatan supervisi ini
sendiri menjadi bagian integral dari kewajiban profesional dan moral guru,
karena memungkinkan terlaksananya mutu pendidikan yang optimal.
Aplikasi Praktis adalah sebagai berikut:
(1) Observasi kelas dan evaluasi guru
Supervisi rutin menjadi sarana wajib untuk menjamin kualitas
pembelajaran, bukan sekadar formalitas administratif.
(2) Mentoring dan pengembangan profesional guru
Kegiatan ini menjadi sarana wajib untuk mencapai kompetensi guru
yang meningkat, sehingga kewajiban menjaga mutu pendidikan dapat
terpenuhi.
(3) Pengabdian berbasis wakaf dan hibah
Guru atau kepala madrasah yang mengabdikan tenaga dan ilmunya
secara sukarela menegaskan nilai supervisi sebagai kewajiban
profesional, sekaligus menghasilkan amal jariyah, karena manfaatnya
terus mengalir bagi peserta didik, guru lain, dan madrasah.
Kaidah ini menekankan bahwa setiap sarana yang
memungkinkan terlaksananya kewajiban pendidikan secara profesional
dan moral tidak boleh diabaikan. Supervisi pendidikan yang berfokus pada
pencapaian mutu pendidikan, dilakukan dengan ketulusan dan semangat
33

