Page 83 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 83

upaya  perubahan  ke  arah  perbaikan terus  menerus  sehingga  dikenal  istilah  Q-
                  MATCH (Quality=Meets Agreed Terms and Changes).


                         Dengan  pengertian  mutu  tersebut,  maka  manajemen  mutu  (Quality

                  Management) berarti sebagai keseluruhan metode untuk mengatur mutu dalam suatu

                  organisasi  yang  meliputi  produk,  jasa,  kinerja,  proses  dan  sumber  daya  manusia.
                  Manajemen  mutu  menggabungkan  trilogi  mutu  yaitu  perencanaan  mutu,

                  pengendalian  mutu,  dan  perbaikan  mutu  (Miranda  dkk,  2003:  157).  Ketiga  mutu

                  tersebut  dilaksanakan  secara  bersama-sama  dalam  kerja  tim  untuk  mensukseskan
                  program perbaikan mutu.



                     C           EVOLUSI MANAJEMEN MUTU



                       Terdapat  tiga  istilah  quality  atau  mutu  dalam  manajemen  mutu  (quality
                  manajement) yaitu; quality control (kendali mutu),  quality assurance (jaminan mutu),

                  dan  total quality (mutu terpadu). Ketiga istilah ini merupakan bentuk perkembangan

                  atau  evolusi  manajemen  mutu.  Secara  historis,  quality  control  merupakan  konsep
                  mutu  yang  paling  awal.  Quality  control  biasanya  dinamakan  dengan  quality

                  professionals  atau  dikenal  sebagai  pengontrol  mutu  atau  inspektur.  Inspeksi  dan
                  testing merupakan metode umum yang lebih penting dari kontrol mutu  dan secara

                  luas digunakan dalam dunia pendidikan.


                     Quality  Assurance  (Jaminan  mutu)  adalah  perkembangan  lanjutan  dari  quality

                  control.  Quality  assurance  dilakukan  pada  saat  sebelum,  awal  dan  selama  proses
                  terjadinya  produksi.  Jaminan  mutu  ini  bertujuan  untuk  menghindari  terjadinya

                  kerusakan dan kesalahan dalam produksi. Philip B. Crosby menyebutnya sebagai zero

                  defects atau kesalahan nol  (Crosby, 1986:  1)  Dari  sinilah,  jaminan  mutu  menuntut
                  adanya  tanggung  jawab yang tinggi dan kerja keras dalam menjamin mutu produk.

                  Standar mutu diupayakan dipelihara dengan mengikuti prosedur dalam system




                                                             77
   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88