Page 86 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 86
b. Six Sigma (6)
simbul
dari standar deviasi. Sehingga six sigma ditulis dengan lambang
Six Sigma merupakan sebuah sistem manajemen yang terstruktur untuk memperbaiki
proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances)
sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang diluar spesifikasi) dengan
menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif. Secara lebih teknis
Six Sigma dapat diartikan sebagai cara mengukur proses yang tujuannya mendekati
sempurna, disajikan dengan 3,4 DPMO atau sama dengan 6 SIGMA (Defect per Million
Opportunities). Sebuah pendekatan mengubah budaya organisasi, agar posisi
perusahaan ada pada kepuasan pelanggan, profitabilitas dan daya saing yang besar
2. Mutu dalam Pendidikan
Pengertian mutu dalam konteks pendidikan dapat diartikan dengan beberapa
pengertian, The International Encyclopedia of Education menyebutkan mutu
pendidikan sebagai “educational quality is equated with school outcomes, various
school “inputs” are examined to determine the effect on student achievement”
(Postlethwaite at. All, 1994: 4858) Charles Hoy dalam bukunya Improving Quality in
Education, merumuskan kualitas pendidikan sebagai berikut:
Quality in education is an evaluation of the process of educating which
enhances the need to achieve and develop the talents of customers of the process, and
at the same time meets the accountability standards set by the clients who pay for the
process or the outputs from the process of educating (Hoy, dkk., 2000: 10)
Sedangkan Organization for Quality Education—Ontario—Kanada
menyebutkan bahwa rumusan mutu dalam pendidikan adalah “a quality education
system produces students with the knowledge, skills, attitudes, values, and work habits
needed to become productive, fulfilled citizens. It provides clear goals, high standards,
good teachers and a well – organized curriculum” (Organization for Quality Education,
2001:1)
80

