Page 89 - E-Book Pengelolaan Pendidikan dan Kepemimpinan
P. 89

h.  puas. Organisasi ( perusahaan ) harus mengetahui kepuasan (satisfaction)
                            dari  langganannya  (dalam  gambar  dilukiskan  dengan  garis  dua  arah

                            putus-putus).

                        i.   Sebagai  tindak  lanjut  dari  pengukuran  (measurement),  kepuasan
                            pelanggan,  efektivitas,  dan  efisiensi  penerapan  sistem  manajemen,

                            proses, dan produk perlu dilakukan analisis (analysis) terhadap dua data

                            tersebut. hasil analisis data harus ditindaklanjuti dengan suatu program
                            peningkatan (improvement).

                        j.   Program-program  peningkatan  akan  menuntut  arahan  dan  tersedianya

                            sumber  daya.  Hal  ini  berarti  dibutuhkannya  kembali  komitmen  dari
                            pimpinan  puncak  untuk  menjalankannya.  Dengan  demikian,  proses

                            perbaikan  berkesinambungan  (continual  improvement)  terus  berlanjut

                            tanpa  berhenti  dengan  tujuan  akhir  untuk  mendapatkan  keuntungan
                            bagi organisasi / perusahaan.





                     E S       SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN MUTU ISO


                        Standardisasi  internasional  bermula  dari  persoalan  yang  dihadapi  selama

                   perang Dunia ke-2 yaitu pada tahun 1939 – 1945. Sekutu Amerika, Inggris dan
                   Perancis  secara  bersama  menghadapi  serangan  Jerman.  Itali  dan  Jepang

                   mengalami  kesulitan  karena  selain  perbedaan  bahasa,  juga  terjadi  perbedaan

                   peralatan  dan  standar  satuan  teknik  yang  digunakan  dalam  perang.  Dari
                   persoalan  inilah  muncul  gagasan  untuk  melakukan  standardisasi.  Standardisasi

                   yang diberlakukan pada pada saat itu masih terbatas pada pada alat-alat perang.

                        Dalam  perkembangan  berikutnya,  muncul  berbagai  ide  mengembangkan

                   standar  di  bidang  lainnya.  Antara tahun  1970-an hingga tahun 1980-an, bidang

                   ilmu kendali mutu berkembang dari ciri utamanya reactive (inspection-dominant)
                   menjadi  proactive  (sistem  oriented)  yang  dalam  implementasinya  berupa

                   perubahan terhadap titik berat pada hasil akhir ke arah proses produksi.



                                                             83
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94