Page 23 - e-Modul PPKn 7nanadiklat
P. 23

2)  Mengenal betul kebutuhan daerahnya.
                     3)  Memecahkan masalah berdasarkan situasi dan kondisi setempat.
                            Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia saat ini diatur dalam Undang-Undang No. 23
                     Tahun  2014  tentang  Pemerintahan  Daerah.  Berikut  beberapa  ketentuan  tentang
                     pemerintahan daerah sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
                     Pemberian  otonomi  yang  seluas-luasnya  kepada  daerah  diarahkan  untuk  mempercepat
                     terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan, dan
                     peran  serta  masyarakat.  Selain  itu,  melalui  otonomi  luas,  dalam  lingkungan  strategis
                     globalisasi,  daerah  diharapkan  mampu  meningkatkan  daya  saing  dengan  memperhatikan

                     prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan serta potensi dan
                     keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
                            Pada  hakikatnya  otonomi  daerah  diberikan  kepada  rakyat  sebagai  satu  kesatuan
                     masyarakat hukum yang diberi kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
                     pemerintahan  yang  diberikan  oleh  pemerintah  pusat  kepada  daerah  dan  dalam
                     pelaksanaannya  dilakukan  oleh  kepala  daerah  dan  DPRD  dengan  dibantu  oleh  perangkat
                     daerah.  Urusan  pemerintahan  yang  diserahkan  ke  daerah  berasal  dari  kekuasaan
                     pemerintahan  yang  ada  di  tangan  Presiden.  Konsekuensi  dari  negara  kesatuan  adalah
                     tanggung  jawab  akhir  pemerintahan  ada  di  tangan  Presiden.  Agar  pelaksanaan  urusan

                     pemerintahan yang diserahkan ke daerah berjalan sesuai dengan kebijakan nasional maka
                     Presiden  berkewajiban  untuk  melakukan  pembinaan  dan  pengawasan  terhadap
                     penyelenggaraan pemerintahan daerah.

                  c.  Tujuan otonomi daerah
                     Tujuan   utama  dikeluarkan   kebijakan  otonomi  daerah     adalah   untuk membebaskan
                     pemerintah  pusat  dari  beban-beban  yang  tidak  perlu  dalam  menangani  urusan  daerah.
                     Adapun tujuan pemberian otonomi kepada daerah sebagai berikut:
                     1)  Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik.
                     2)  Pengembangan kehidupan demokrasi.

                     3)  Keadilan.
                     4)  Pemerataan.
                     5)  Pemeliharaan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah serta antardaerah dalam
                         rangka keutuhan NKRI.
                     6)  Mendorong untuk memberdayakan masyarakat.
                     7)  Menumbuhkan  prakarsa  dan  kreativitas,  meningkatkan  peran  serta  masyarakat,
                         mengembangkan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

                  d.  Prinsip-prinsip otonomi daerah

                     Otonomi daerah diberi kewenangan yang luas, nyata, dan bertanggung jawab. Prinsip-prinsip
                     otonomi daerah sebagai berikut:
                     1)  Otonomi yang luas, adalah keleluasaan daerah untuk menyelenggarakan  pemerintahan
                         yang  mencakup semua  bidang pemerintahan,  kecuali  kewenangan  di  bidang  politik
                         luar  negeri,  pertahanan  keamanan,  peradilan  moneterdan  fiskal,  agama,  serta
                         kewenangan bidang lainnya yang akan ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
                     2)  Otonomi yang nyata, adalah suatu prinsip bahwa untuk menangani urusan pemerintahan

           Modul PPKn Kelas VII Smt. Genap                                                      23
   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28