Page 27 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 27

Haris Agustina S, S.Pd.I





                 "Pagiku  cerah  matahari  bersinar
                 Kugendong tas merahku di pundak.”
                 Seperti  itulah  gambarannya  ketika  Digi  akan  berangkat  ke
            sekolah,  tak  lupa  pamitan  kepada  ayah  bundanya  serta
            mengucapkan salam.
                 Di depan rumah, om Erik dengan mobil Grand Maxnya sudah
            menunggu Digi naik. " Hoyaaaah ”
                 Dean,  Rafa,  sultan  dan  Gavriel  berteriak  mengagetkan  Digi
            yang  baru masuk mobil jemputan.  Digi  tampak  berkaca-kaca  mau
            menangis.
                 "Kaget tau, Om Erik nih anak-anak nakal.  "
                 “Huh emangnya kita aja yang nakal, kamu juga suka jail sama
            orang, ini sebagai pembalasan dari kita buat kamu!”
                 “Udah  udah  jangan  ribut  nih  jadi  tidak  konsentrasi  bawa
            mobilnya, makanya kalau kita suka berbuat baik sama oramg, maka
            orang  lain  pun  juga  akan  berbuat  baik  sama  kita,”  kata  Om  Erik
            menengahi anak anak yang di mobil supaya tidak rebut.
                 “Iya tuh betul pisan om Erik,” kata Pak Haris juga waktu Dean
            kelas 1.
                 "Man  la  yarhamu  la  yurhamu,  barang  siapa  tidak  mengasihi,
            maka  ia  tidak  akan  dikasihi,”  kata  Dean  ikut  nimbrung  perkataan
            Om  Erik  karena  ingat  hadis  yang  selalu  diulang-ulang  setiap  hari
            waktu di kelas 1.
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32