Page 32 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 32

selalu  memikirkan  bagaimana  caranya  bisa  senang  dan  bahagia,
            dengan  hal  kecil  yang  mereka  lakukan  selalu  membuat  hari-hari
            mereka berwarna.
                 Mengawali  kegiatan  pagi,  Jingga  selalu  mengajak  temannya
            untuk  lari  pagi  dengan  memakai  sepatu  talinya  disertai  botol
            minum berwarna biru yang selalu Digi bawa.

                 Kurang  lebih  50  menit  jarak  antara  rumah  mereka  dengan
            Gunung.  Terkenal  di  desa  itu  dengan  gunung  Hijau  karena  dari
            jendela  rumah  mereka  selalu  tampak  warna  gunung  yang  indah
            berwarna  hijau  berselimut  awan  dipuncakan  gunung.  Membuat
            hari-hari  mereka  selalu  indah,  sepulang  lari  mereka  selalu
            membiasakan untuk mandi di sungai Biru yang airnya sudah diakui
            oleh masyarakat setempat berwarna biru karena terlihat jernih.

                 Sungai  Biru  selalu  menjadi  objek  favorit  masyarakat  untuk
            mandi  di  sana  sekaligus  menjadi  guru  terbaik  Digi  dan  temanya
            hingga  kini  mereka  sudah  ahli  dalam  berenang.  Ya  betul  sekali..,
            sungai itu menjadi saksi tenggelamnya Digi pertama kali di sungai
            itu, hingga kini ia terbiasa berenang di sana sampai tidak takut lagi
            akan tenggelam di sungai.

                 Tentu  hal  ini  menjadi  menarik  bahwa  dengan  sendirinya
            mereka bisa mandiri belajar berenang di sungai tersebut.

                 Setiap  hari  Sungai  biru  selalu  penuh  oleh  banyak  anak-anak
            maupun  remaja  yang  hanya  sekedar  mandi  ataupun  berenang  di
            sana.
                 Selain  berenang  di  sungai,  kegiatan  siang  hari  selalu  mereka
            lakukan dengan mencari ikan, mencari burung, ataupun memanjat
            pohon.
                 Bisa kita bayangkan siang hari di bawah teriknya sinar mentari
            mereka  tidak  menghiraukan  hal  tersebut,  hanya  satu  kata  yang
            mereka tuju yaitu "Bermain".
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37