Page 33 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 33

Kata  Jingga,  "Aku  senang  sekali  jika  siang  hari  bisa
            mendapatkan ikan, atau burung karena aku bisa memasaknya atau
            hanya sekedar menikmati waktu bersama burung peliharaan hasil
            tangkapanku," yaa itu membuatku sangat senang. Selepas mencari
            ikan  dan  burung Jingga  terbiasa  untuk  tidur  di  Rumah  kecil  yang
            berada di pinggiran sawah yang hijau. Di sana teduh sekali, nyaman
            untuk
                 Mereka beristirahat, bercerita, juga tertawa. Jika sudah mulai
            sore, sekitar jam 03.00 Digi selalu menyempatkan datang ke ujung
            barat  sembari  menikmati  senja  di  sore  itu,  dengan  membawa
            sepeda  kesayangan  Jingga  hanya  perlu  menempuh  jarak  waktu
            sekitar  15  menit  untuk  sampai  ke  tempat  itu.  Dengan  penuh
            kebahagiaan Jingga dan temanya mengayuh sepeda  dengan santai
            mengikuti jalan kereta api yang ada dekat dengan tempat itu, hanya
            perlu  beberapa  menit  saja  mereka  sampai  ke  tempat  itu,  tempat
            yang  sejuk  tepat  di  bawah  jempatan  kereta  api  yang  setiap  sore
            pasti  melewati  mereka.  Terkadang  mereka  melalui  jalur  atas
            dengan cara naik di samping gerbong kereta agar bisa cepat sampai
            ke sana.

                 Tepat  di  bawah  jembatan  kereta  ada  sungai  besar  tembusan
            dari  sungai  yang  selalu  mereka  gunakan  untuk mandi,  tempat  itu
            sangat  indah  membuat  mereka  terkadang  sering  lompat  dari
            ketinggian kereta menuju perairan sungai Biru.
                 Ungkap Digi, "Aku bisa terbang menggapai bintang," setiap kali
            iya naik kereta itu lalu melompat ke sungai.
                 Hanya  alarm  azan  magrib  lah  yang  menyeru  mereka  untuk
            pulang  ke  rumah.  Dengan  membawa  hati  yang  riang  gembira
            mereka  bergegas  untuk  melanjutkan  kegiatan  di  masjid  tercinta.
            Kemudian  Jingga  selalu  menjadi  yang  terdepan  dalam  mengajak
            temanya  untuk  bergegas  ke  masjid  untuk  salat  berjamaah,  dan
            mengaji setelah magrib.
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38