Page 37 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 37

Digi pun langsung lari menuju dapur dengan gesitnya, hingga
            tersandung  oleh  mainan  yang  sebelumnya  dimainkan  oleh  Jingga
            dan Digi.
                 “Aww,,,, Aduuh,” ucap Digi.
                 “Kamu  sih  ga  hati-hati,  makannya  ga  usah  buru-buru,”  ucap
            Jingga sembari jalan melewati Digi.
                 “Ishhhh,” dengan muka yang sedikit cemberut.
                 Walaupun  begitu,  Digi  melanjutkan  untuk  pergi  ke  dapur
            sesampainya  di  dapur  Digi  pun  langsung  duduk  dan  mengambil
            piring  serta  nasi  dan  lauk  yang  sudah  disiapkan  oleh  Ibu.  Setelah
            beberapa  waktu  saat  makan,  Digi  pun  kembali  tersedak.
            Ohoooo….ohooooo

                 Jingga yang duduk di sampingnya pun memberikan air minum
            kepada Digi, “Kamu buru-buru banget sih,” ucap Jingga.

                 “Makasih yaa,” balas Digi.
                 “Kenapa kamu Digi?” tanya Ibu.
                 “Ini Bu, Digi makannya buru-buru sampai tersedak gitu,” jelas
            Jingga.
                 “Ohhh  gitu  Digi,  coba  ibu tanya  kenapa  Digi makannya  buru-
            buru?” tanya ibu sambil mengusap rambut Digi.
                 “Aku tadinya lapar Bu, dan barusan aku inget aku harus datang
            ke lapangan karena aka nada pertandingan bola, jadinya aku buru-
            buru hehehehe,” jawab Digi.
                 “Karena  aku  udah  selesai  aku  pamit  dulu  ya,  aku  harus  ke
            lapangan,  aku  tunggu  kamu  ya  sahabatku,  aku  pamit  ya  Bu,
            assalamu’alaikum,” ucap lagi Digi.
                 Jingga  pun  pergi  untuk  membantu  ibu  membereskan  meja
            makan dan mainan, setelah membantu ibu Jingga pun pamit untuk
            pergi lapangan.
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42