Page 40 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 40

Anisah Aribah





            Sore hari sepulang mengaji, aku dan Digi berjalan santai di bawah
            pepohonan  rindang.  Aku  dan  Digi  melihat  lihat  luasnya  semesta
            alam,  ada  burung  terbang,  ikan  berenang,  capung  yang  berlalu
            lalang, bahkan ada pula pohon yang tumbang akibat angin kencang
            semalam.
                 Di  tepi  jalan  yang  hendak  ku  lalui,  ada  satu  objek  yang
            membuat mataku tertarik.
                 “Digi, liat kertas apa itu di pohon?”
                 “Paling orang iseng nempel nempel kertas sembarangan.”

                 Tapi  rasa  ingin  tahu  Jingga  kian  memuncak,  Jingga  berlari
            sambil  menarik  tangan  Digi.  sesampainya  di  depan  pohon,  Jingga
            kesulitan membaca kertas yang menempel di bagian atas pohon itu,
            karena  tubuh  Jingga  yang  masih  sangat  mungil.  Jingga  berusaha
            melompat  lompat,  mengjinjitkan  kakinya, bahkan mencari  ranting
            untuk menggapai kertas itu. sementara Digi, ia asik menikmati  ice
            cream  yang  ia  beli  di  warung  dekat  tempat  kami  mengaji,  Digi
            benar-benar  tak  menghiraukan  Jingga  yang  sedang  kesulitan,
            padahal tubuhnya jauh lebih tinggi dari Jingga.
                 “Digiii aku butuh bantuanmuu, kamu kan tinggi.”
                 “Tapi menurutku kertas itu gak penting Jingga, kamu gak usah
            ambil kertas itu.”
                 Akhirnya Jingga dan Digi pun kembali melanjutkan perjalanan
            mereka menuju rumahnya masing-masing. Jingga masih benar-
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45