Page 44 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 44
“Kan aku mau lomba mewarnai itu Digi... aku mau kamu ikut,
biar gak sepii ya yaaa yaaa pliiiiss.”
“Huftt baiklah, tunggu sebentar aku ganti baju dulu,” sambil
beranjak santai kembali ke lantai 2.
“Digi kamu gak mandi duluuuu?”
“Nggak ah males.”
Sesampainya di balai desa, Jingga Digi dan Ibu langsung pergi
menghampiri panitia pelaksana, panitia pun dengan cekatan
mengantar Jingga ke ruang perlombaan. Sedangkan Digi, Ia kembali
pergi tanpa pamit, ntah ke mana ia pergi, yang pasti ia kembali
datang membawa 2 ice cream sepagi ini.
“Tante, Jingganya ke mana?” ucap Digi.
“Jingga sudah mulai berlomba di dalam Nak.”
“Yasudah aku ke dalam dulu,” dengan penuh percaya diri Digi
masuk ke dalam ruangan perlombaan, Digi tak peduli sekalipun ada
panitia yang melarangnya masuk, karena bagi Digi, menyemangati
sahabatnya adalah suatu keharusan. Walaupun Digi terkesan cuek
dan Usil, tapi tetap Digi mempunyai hati nurani yang sama seperti
kebanyakan anak seusianya.
“Jinggaa,” ucap Digi sedikit berteriak sehingga menimbulkan
semua orang yang berada di ruangan tersebut menoleh ke arah
Digi.
Jingga yang merasa terpanggil pun sontak menoleh ke arah
Digi.
“Digi, ngapain kamu masuk ke sini??” tanya Jingga
kebingungan.
“Ya suka-suka aku laah, ini kan tempat umum,” ucapnya ketus.
Jingga yang masih kebingungan pun memilih untuk terdiam
dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Jingga masih