Page 28 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 28
“Satuju pisan atuh neng mun kitu mah.”
“Teman-teman yuk kita permainan patung patungan biar kita
tidak ribut, siapa yang paling kuat jadi patung sampai ke sekolah,
kokora moci tera samida,” kata Rafa yang memberikan aba-aba.
“Tuh anak-anak kita sudah sampai di SD Plus 3 Almuhajirin,”
kata om Erik.
“Horeee kita sudah sampai,” kata anak-anak di dalam mobil.
Sesampainya di halaman sekolah, di gerbang Pak Haris dan Pak
Nanang sudah siap menyambut anak-anak dengan perlengkapan
handsanitizer dan termogunnya. Anak-anak dibiasakan
mengucapkan salam terlebih dahulu kepada guru kemudian dicek
suhu dan cuci tangan.
Digi dan teman temannya segera memasuki kelas 2 Assami dan
Pak Uus dengan sigap menyambut anak anak dengan senyuman
yang khas ditambah dengan wajah yang ganteng, berkumis tipis
mirip sosok Aldebaran di sinetron ikatan cinta yang diperankan
oleh Arya Saloka.
“Anak-anak sekarang waktunya break, silahkan kalian
keluarkan bekal makanan masing-masing dari rumah, yang ikut
layanan snack, ini sudah ready makanannya silahkan ambil, ayo kita
mulai dengan basmalah dan doa terlebih dahulu,
bismillahirrahmanirrahiim, Allahumma baariklanaa fiimaa
rozaqtanaa waqinaa adzaabannaaar."
“Ok, sambil makan Pak Uus akan memberikan pengumuman
bahwa mulai besok belajarnya di rumah atau daring, tapi bagi yang
mengikuti tahfidz camp dan english camp, ada dispensasi tidak usah
belajar daring, jadi hari ini kalau masih ada yang mau mengikuti,
masih bisa daftar hari ini,” kata Pak Uus sambil mengawasi anak-
anak ketika makan.
“I'm Sir,” kata Digi mengacungkan tangan, rupanya Digi sudah
terbiasa english convercation di rumahnya.