Page 29 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 29

“Iya kak Digi, kak Digi sudah daftar.”
                 Keesokan  harinya  Digi  pagi-pagi  sudah  berada  di  English
            Camp, disusul teman-temannya. Bapak Wahyudin, S.Pd.I, kepala SD
            Plus  3  Almuhajirin  sidak  ke  camp  dan  tajub  melihat  anak-anak
            terbawa dengan obrolan Digi yang sudah lumayan bisa percakapan
            bahasa Inggris, Bapak kepala pun memanfaatkan momen luar biasa
            ini dengan mengeluarkan ponsel di saku celananya sambil merekan
            video beliau berkata, “Wow, amazing ini serasa di luar negeri.”
                 Tiba waktunya Mr. Nail dan Miss Fitri membimbing anak-anak
            berbicara  in  english  dengan  anak-anak  dengan  praktek  dan
            berbagai game yang menyenangkan.
                 “Time is over,” kata Mr Nail, kegiatan di english camp akhirnya
            ditutup dengan doa.
                 Sambil  menunggu  jemputan  Digi  dan  teman-temannya
            bermain  di  taman  ada  ayunan,  perosotan,  komedi  putar,  dan  juga
            main kucing-kucingan, seperti biasa Digi suka jail sama temannya
            waktu itu yang dijaili yaitu Fathiya siswi kelas 1, Fathiya nangis dan
            mengejar  Digi  yang  lari  ke  arah  belakang  english  camp,  dan
            bersembunyi.
                 Digi melihat ada warung, memang di situ ada warung milik Pak
            Utang,  Pak  Utang  pun  menawari  Digi  yang  kelihatannya  capek,
            berkeringat untuk jajan di warungnya.
                 “Ok aku mau minum,” kata Digi, di situ Digi mengambil botol
            minuman susu dan 1 botol lagi minuman teh, tidak lupa mengambil
            cemilannya, setelah itu Digi berjalan lagi ke english camp, kebetulan
            di situ bertemu dengan Pak Haris, Pak Haris pun bertanya, “Kakak
            Digi  itu  makanan  dari  siapa?”  kata  Pak  Haris  heran  melihat  Digi
            bawa makanan dan minuman yang banyak.
                 “Dari warung itu,” kata Digi.
                 Pak Haris bertanya lagi, “Sudah bayar belum?”
   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34