Page 51 - PETUALANGAN JINGGA DAN DIGI
P. 51
Beberapa jam kemudian.
"Teng~Teng~Teng~”
Bunya bel sekolah Jingga berbunyi. Waktunya pulang sekolah.
Jingga segera menaiki jemputan untuk segera pulang ke rumah.
Jingga ingat bahwa hari ini dia ada janji akan datang ke rumah
nenek Jayanti.
Jingga turun dari jemputan dan segera berlari menuju rumah.
Jingga mengganti seragamnya dengan pakaian muslim yang rapi.
Bunda Jingga kemudian memanggil Jingga untuk makan siang.
Jingga menghampiri bunda dan izin untuk ke rumah nenek Jayanti.
“Bunda, Jingga izin pergi ke rumah Nenek Jayanti ya. Nanti
Jingga makan di rumah Nenek Jayanti. Kata Nenek Jayanti nanti ada
cucunya datang dari Sukabumi dan Nenek udah masak banyak
makanan.”
Bunda tersenyum dan mengizinkan Jingga pergi. Jingga segera
menuju pintu dan mengucap salam, “Assalamu’alaikum. Jingga pergi
dulu ya Bunda.”
“Wa’alaikumsalam,” jawab Bunda.
Jingga sudah ada di halaman rumah Nenek Jayanti. Jingga
menarik napas panjang dan mengucap salam dengan lantang.
“Assalamu’alaikuuuum.”
Nenek Jayanti membuka pintu, “Wa’alaikumsalam.”
Nenek Jayanti lalu memersilahkan Jingga untuk masuk ke
dalam rumah. “Masuk Cu.”
Jingga masuk ke dalam rumah dan mulai mencari seseorang
yang mungkin cucunya nenek Jayanti. Setelah melihat menengok
kanan dan kiri setiap sudut ruangan, Jingga tidak menemukan siapa
pun. Nenek Jayanti lalu meletakkan segelas jus di atas meja dan ikut
duduk di pinggir Jingga.