Page 53 - LKS PKWU KELAS XI
P. 53
dengan struktur jaringan hasil hewani, bahan pangan hewani tidak memiliki jaringan
pelindung yang kuat dan kukuh sebagaimana pada hasil tanaman.
b. Bahan pangan hewani bersifat lunak dan lembek sehingga mudah terpenetrasi oleh faktor
tekanan dari luar.
c. Karakteristik masing-masing bahan pangan hewani sangat spesifik sehingga tidak bisa
digeneralisasi. Sifat pada daging sangatlah berbeda dengan sifat telur. Berbeda dengan
bahan pangan nabati yang memiliki kesamaan dalam hal jaringan-jaringan atau komponen-
komponen penyusunnya. Pada bahan pangan hewani, lemak pada daging terletak pada
jaringan lemak, pada susu terletak pada globulin-globulin lemak, dan pada teluk terdapat
pada kuning telur.
d. Bahan pangan hewani pada umumnya merupakan sumber protein dan lemak, sedangkan
bahan pangan nabati merupakan sumber karbohidrat, vitamin, mineral, lemak, dan
protein.
Berdasarkan hal tersebut, maka pengolahan menjadi penting. Pengolahan penting karena
dapat memperpanjang masa simpan, meningkatkan daya tahan, meningkatkan kualitas,
meningkatkan nilai tambah, dan sebagai sarana diversifikasi produk. Dengan demikian, suatu
produk menjadi memiliki daya ekonomi yang lebih setelah mendapat sentuhan teknologi
pengolahan.
Jika selama ini kita hanya mengenal produk hewani berupa daging, susu, dan telur, maka
kita perlu tahu lebih dalam sebenarnya yang termasuk produk pangan hewani itu apa saja.
Secara istilah, bahan pangan hewani adalah bahan makanan yang berupa atau berasal dari
hewan atau produk-produk yang diolah menggunakan bahan dasar yang berasal dari hewan.
2. Produk Pangan Khas Daerah Berbahan Hewani dan Nabati
Pangan khas daerah adalah makanan atau minuman yang diproduksi di suatu daerah yang
merupakan identitas daerah tersebut dan menjadi pembeda dengan daerah lainnya. Berbagai
pangan khas daerah di Indonesia menjadi ciri khas daerah tersebut. Wirausaha di bidang
pangan khas daerah sendiri dapat menjadi pilihan yang sangat tepat karena kita lebih banyak
mengenal produk pangan khas daerah kita daripada daerah lainnya. Keanekaragaman
makanan khas daerah di Indonesia merupakan kekayaan yang masih terpendam dan potensial
menjadi bidang usaha. Bisa dibayangkan jika kekayaan kuliner tradisional khususnya oleh-oleh
di seluruh penjuru tanah air diinventarisasi dengan baik. Bisa jadi kita adalah negara dengan
kekayaan makanan dan camilan tradisional terbanyak di dunia.
Produk pangan khas daerah terdiri dari makanan dan minuman khas daerah. Makanan
dapat dibagi menjadi makanan kering dan makanan basah. Produk makanan dapat juga
dikelompokkan menjadi makanan jadi dan makanan setengah jadi. Makanan jadi adalah
makanan yang dapat langsung disajikan dan dimakan. Makanan setengah jadi membutuhkan
proses untuk mematangkannya sebelum siap untuk disajikan dan dimakan. Makanan kering
khas daerah yang dapat langsung dimakan, contohnya keripik balado dari daerah Sumatra
Barat dan kuku macan dari Kalimantan Timur. Makanan kering khas daerah yang tidak dapat
langsung dimakan, misalnya kerupuk udang Sidoarjo dan dendeng sapi Aceh.
Makanan basah dapat berupa masakan atau kue. Setiap daerah pada umumnya memiliki
masakan dan kue khas. Kue khas Banjarmasin yang saat ini paling dikenal adalah kue bingka.
Sulawesi Selatan dikenal dengan sup konro yaitu sup iga yang kaya rempah dan es pisang ijo
yaitu pisang kukus berbalut adonan tepung beras, tepung sagu, serta tepung terigu yang
disajikan dengan es dan sirop. Maluku dikenal dengan papeda dan ikan kuah kuning sebagai
masakan khasnya. Adapun di Papua ada aunuve habre yaitu ikan cakalang dikukus dalam
balutan daun talas.
Pangan khas daerah juga dapat dibagi berdasarkan bahan utamanya. Bahan utama pangan
adalah bahan nabati dan hewani. Di Indonesia dengan keragaman olahan pangan yang kaya,
produk pangan berbahan nabati lebih banyak daripada yang berbahan hewani.
Untuk Kalangan Intern SMAN 1 BKS PKWU Kelas X SMAN 1 BERBEK Tahun Pelajaran 2022/2023 52
Berbek