Page 16 - BAB I
P. 16
Abdul Adzim Irsad
dan wewangian” wanita itu menjadikanku penentram
9
mata di dalam sholatku’ ’.
Rasulullah SAW. juga tidak pernah menolak jika seseorang
dari sahabatnya memberikan (mengolesi) minyak wangi (parfume)
pada tangannya. Hanya saja, parfume yang digunakan Rasulullah
SAW. dan sahabat berbeda dengan parfum masa kini yang
kebanyakan mengunakan alkohol.
Terkait dengan kehidupan rumah tangga baginda Nabi
Muhammad SAW, selalu mengharumkan badannya serta auratnya
dengan wewangian yang disukai dirinya dan pasangannya.
Pokoknya, orang itu harus selalu rapi penampilanya, dan selalu
wangi, sebagaimana Rasulullah SAW.
Muhammad SAW sangat perhatian terhadap istrinya, beliau
SAW selalu tampak rapi nan menarik, tidak mau telihat kucel ketika
dihadapan istrinya. Muhammad SAW ingin selalu tampil menarik,
wangi, setiap berduan dan bermesraan bersama istrinya. Dalam hal
ini, Aisyah ra, pernah mengatakan “
“Sesungguhnya Muhammad SAW apabila meminyaki
(parfume) badannya, beliau memulai dari auratnya dan
mengolesinya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi), dan
istrinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya. (HR Ibnu
Majah).
Wanita dan pria, dimana-pun berada, sudah pasti menyukai
pasanganya selalu bersih nan wangi, tentu saja disesusaikan dengan
dengan selera pasangannya masing-masing parfume (wewangian).
Seorang wanita kadang menyukai parfum cleoptra, bulgari,
dimana parfum itu menjadi kesukaan suaminya. Rasulullah SAW,
ketika sedang beduaan (bermesraan), baik di dalam kamar maupun di
luar, beliau SAW selalu wangi. Asyiknya Rumah Tangga Rasulullah
SAW ketika bersama dengan pasangan hidupnya.
Biasanya, seorang wanita yang akan melaksanakan akad
nikah, sekujur tubuhnya, bahkan alat vitalnya dilumuri dengan
wewangian. Kamarnya juga dihiasi dengan berbagai bunga indah nan
9 Al-Istambuli, Mahmud. Tuhfatu al-Arus (Dar al-Ma’rifah-Maroko,
tahun 1996), hlm 96
16

