Page 61 - E-Book Biologi Terintegrasi ESQ Materi Keanekaragaman Hayati
P. 61

Upaya manusia dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati seringkali menimbulkan
             ancaman karena manusia dalam upaya meningkatkan kesejahteraan hidupnya, terkadang

             melakukan  hal-hal  yang  tidak  terkendali.  Tindakan  eksploitasi  alam  dengan  tidak
             memikirkan  akibat  negatifnya  menjadi  ancaman  bagi  berbagai  jenis  hayati  yang  ada.  Di

             bidang  pertanian,  manusia  seringklali  menggunakan  insektisida  dan  pestisida  secara
             berlebihan.  Penggunaan  insektisida  memang  dapat  meningkatkan  produksi  pertanian,

             asalkan dalam dosis dapat. Tetapi, jika dosisnya berlebihan akan menyebabkan rusaknya
             keanekaragaman hayati karena ikut meracuni organisme nontarget.

               Selain  pertanian,  penebangan  liar  juga

             menyebabkan  ekosistem  hutan  terganggu.
             Perhatikan  Gambar  29.  Penebangan  hutan

             secara liar adalah salah satu ancaman terbesar
             bagi kelestarian lingkungan. Hutan yang selama

             ini menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan
             fauna,  semakin  hari  semakin  menyusut  akibat

             ulah  manusia  yang  tidak  bertanggung  jawab.

             Penebangan  liar  sering  dilakukan  tanpa  izin,
             tanpa  memperhatikan  dampak  jangka  panjang
             terhadap  ekosistem,  dan  hanya  berfokus  pada

             keuntungan  sesaat.  Dampak  dari  penebangan

             hutan  ini  sangat  nyata.  Banyak  hewan
             kehilangan  habitatnya,  tanah  menjadi  mudah

             longsor, banjir sering terjadi, dan kualitas udara
             menurun  karena  berkurangnya  pohon  sebagai

             penyerap karbon dioksida.                            Gambar 29.  Penebangan hutan secara liar
                                                                  (Sthepane, 2023)

                 Aktivitas manusia seperti deforestasi, urbanisasi, dan konversi lahan untuk pertanian

             mengubah  atau  menghilangkan  habitat  alami.  Ketika  hutan-hutan  ditebang  atau  lahan
             basah  dikeringkan,  spesies-spesies  yang  bergantung  pada  habitat  tersebut  kehilangan

             tempat  tinggal  dan  sumber  makanan  mereka,  yang  dapat  mengakibatkan  penurunan

             jumlah  populasi  atau  kepunahan.  Perubahan  iklim  juga  memainkan  peran  besar  dalam
             menurunnya keanekaragaman hayati. Kenaikan suhu global, perubahan pola curah hujan,
             dan  peristiwa  cuaca  ekstrem  yang  disebabkan  oleh  perubahan  iklim  dapat  mengubah

             ekosistem secara drastis. Spesies yang tidak dapat beradaptasi dengan cepat terhadap

             perubahan ini mungkin menghadapi risiko kepunahan.


                                                                         E-Book Keanekaragaman Hayati
         47
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66