Page 46 - E MODUL Pastry Bakery Kelas XI
P. 46

2.  Teknik Mixing / Pembuatan roti dengan menggunakan mesin
                      Teknik  mixing  yaitu    proses  pembuatan  roti  dengan  menggunakan  mixer.  Proses

                      pembuatannya  hampir  sama  dengan  teknik  manual  tetapi  berbeda  dalam
                      pengulenannya yaitu menggunakan mixer.
                      Fungsi dari pengulenan dengan teknik mixing ini adalah :

                      a) Mencampurkan secara rata semua adonan.
                      b) Memanfaatkan hydrasi dari semua bahan  dan protein.

                      c) Pembentukan gluten, pelunakan, mendapatkan gas retention (kekuatan menahan
                      gas yang baik).
                      d) Menjaga kestabilan adonan karena panas yang dihasilkan dari pengocokan mixer

                      tetap  sehingga  akan  membantu  ragi  dapat  mengembang  dengan  sempurna.  e)
                      Mengefektifkan waktu pengocokan (lebih cepat dari proses manual)




               G. PENETAPAN FERMENTASI (SETTING FERMENT )

                      Larutkan ragi dalam air, kocok dengan kencang untuk memecah benjolan. Tambahkan
                      sedikit gula untuk merangsang ragi. Campur tepung terigu, aduk hingga menghasilkan

                      adonan halus lalu kocok dengan whisk untuk merangsang aksi ragi. Tutup dan biarkan
                      beristirahat  di  lingkungan  yang  hangat  32  °C  selama  kurang  lebih  25  -  35  menit.
                      Diamkan selama kurang lebih 25 menit, tergantung kondisi lingkungan untuk proses

                      fermentasi. Selama bertahun-tahun metode fermentasi dan adonan tradisional untuk
                      memastikan  pematangan  adonan  secara  menyeluruh,  terutama  bila  jenis  ragi  lebih
                      lambat digunakan.

                      Ragi  membutuhkan  gula  Dextrose  (Glukosa)  sebelum  dapat  difermentasi,  namun
                      karena  mengandung  enzim  yang  mampu  mengubah  gula  tebu  (Sucrose)  dan  Malt
                      sugar  (Maltose)  menjadi  dekstrosa,  hampir  semua  bahan  yang  manis  (kecuali  gula

                      susu) dapat bertindak sebagai bahan makanan bagi ragi. Tepung terigu mengandung
                      2,5% gula ini, sehingga tepung, air dan campuran ragi akan terfermentasi.

                      Catatan: secara optimum penggunaan gula sekitar 12,5%; jika melebihi akan memiliki
                      efek melambatkan proses fermntasi adonan. Saat adonan dibuat dengan kadar gula
                      tinggi maka ragi tambahan harus digunakan.




                                                           42
   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51