Page 47 - E MODUL Pastry Bakery Kelas XI
P. 47

Ingat: Ragi adalah organisme hidup, tidak ada yang konstan.

                       Perlu diingat. Tahap fermentasi akan menghasilkan pengembangan flavor adonan,
                      dengan demikian pemilian/penentuan adonan sangatlah penting. Untuk adonan yang
                      memiliki  sejumlah  besar  bahan  yang  menghambat  pertumbuhan  ragi,  metode

                      fermentasi lebih baik untuk pengembangan rasa.
                       Dough mixing. Adonan perlu dikembangkan dengan baik sebelum buah ditambahkan.

                      Jangan  mencampur  berlebihan  setelah  menambahkan  buah,  karena  hal  ini  dapat
                      menyebabkan buah pecah, terutama jika sudah dicuci.
                        Waktu  istirahat  (rest  periode).  Waktu  pemulihan  sekitar  10  menit  setelah

                      pencampuran akan memastikan adonan sudah sesuai untuk diproses.
                       Moulding. Setiap hasil potongan adonan harus dicetak dan atau digulung/dibentuk

                      secukupnya.  Namun  penanganan  yang  berlebihan  akan  menghasilkan  produk  jadi
                      yang kurang baik/kasar.

                       Baking pans dan trays. Ada dua pilihan untuk persiapan baking pan dan tray. Sebelum
                      digunakan  hendaklah  diolesi  dengan  minyak/  margarin  atau  dilapisi  dengan  kertas
                      silikon.  Namun  produk  yang  dipanggang  harus  dikeluarkan  dari  kertas  sebelum

                      diglazur.
                        Final  prove.  Suhu  30  °  -40  °  C  dengan  kelembaban  relatif  (RH)  80-  85%  untuk

                      mencegah  pengerasan  dianjurkan.  Uap  yang  berlebihan  dalam  membuktikan  akhir
                      akan menyebabkan terbentuknya kerak kasar yang keras dan harus dihindari setiap
                      saat. Pemberian uap air panas (steam) yang berlebihan dapat melemahkan struktur

                      adonan dan bisa menyebabkannya turun/collapse di oven.
                       Pembakaran Karena kandungan gula yang tinggi, suhu oven sekitar 190 -210 ° C

                      biasanya paling sesuai untuk roti dan roti. Untuk mencegah kekokohan kulit roti (crust)
                      dan kemungkinan collapse produk, sebaiknya tidak ditambahkan uap air panas (steam
                      injection). Buns seharusnya hanya dipanggang secukupnya untuk mencegah collapse

                      atau  susut  setelah  dikeluarkan  dari  oven.  Untuk  mendapatkan  permukaan  yang
                      mengkilap dapat dilakukan pemberian sirup gula setelah dipanggang.

                       Pengolesan buns atau glazur Sejumlah air dan sirup gula dapat digunakan dengan
                      penambahan 25 g gelatin bubuk per liter. Hal ini akan mencegah kelengketan yang
                      berlebihan,  yang  menyebabkan  sebagian  besar  masalah  pada  tahap  pengemasan.

                      Pada proses pengeringan, kilap tidaknya permukaan roti tergantung dari penguapan air
                      ketika pemulasan dan tingkat kekentalan larutan gula yang digunakan. Oleh karena itu
                      tindakan untuk segera pengolesan pada permukaan roti setelah produk dikeluarkan

                      dari oven.
                       Oven



                                                           43
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52