Page 22 - EBOOK ZAINI AHMAD DAHLAN
P. 22
1.22 Pembinaan Kehidupan Keluarga
Tabel 1.1
Peristiwa yang terjadi dalam ovarium dan uterus pada masa menstruasi
Masa Kejadian
Menstruasi Ovarium Uterus
Corpus luteum dan siklus menstruasi
sebelumnya mengalami kemunduran.
Konsentrasi estrogen dan progesteron
menurun. Peluruhan lapisan endometrium uterus
Hari ke 1-5 GnRH dan hipotalamus merangsang
kelenjar pituitary depan untuk (menstruasi).
mengeluarkan hormon FSH dan LH
yang semula terhambat. Beberapa
folikel di dalam ovarium membesar.
FSH merangsang perkembangan
Hari ke-6 beberapa folikel dari satu folikel
dominan terpilih.
Keberadaan hormon estrogen dalam
Folikel dominan menghasilkan hormon darah merangsang penebalan
Hari ke-7-12 estrogen, hormon FSH tidak diproduksi endometrium.
lagi.
Peningkatan kadar hormon estrogen
dalam darah memicu pengeluaran
Hari ke-12-13 Endometrium terus berkembang.
hormon LH dari kelenjar pituitari
depan.
Hormon LH merangsang folikel matang
berkembang secara cepat dan
Hari ke-14 Endometrium terus berkembang
mengeluarkan telur (ovum) yang
disebut ovulasi.
Corpus luteum menghasilkan hormon
estrogen dan progesteron. Kadar
Hari ke-15-25
hormon estrogen dalam darah tinggi
sehingga menghambat pengeluaran
hormon LH dan FSH. Hal ini
menyebabkan tidak ada folikel baru
yang dihasilkan.
Apabila sel telur tidak dibuahi (tidak
terjadi fertilisasi) dan tidak tertanam Tanpa adanya hormon estrogen
pada endometrium, corpus luteum dan progesteron, endometrium hancur
berubah menjadi corpus albicans
sehingga menyebabkan menurunnya dan mulai luruh sehingga terjadi
Hari 25-28 produksi hormone estrogen dan menstruasi. Cairan menstruasi
progesteron. Hal ini menyebabkan merupakan gabungan dari jaringan
endometrium dan darah yang ke luar
dihasilkannya kembali hormon FSH melalui vagina. Dengan demikian, siklus
yang menyebabkan tumbuhnya folikel
baru. Dengan demikian siklus ovarium uterus dimulai kembali.
dimulai kembali.