Page 24 - EBOOK ZAINI AHMAD DAHLAN
P. 24

1.24                            Pembinaan Kehidupan Keluarga  



        gonorrhoea,  ulcus  molle,  lymphogranulum  vererum,  dan  grarniloma
        inguninalis).  Banyak  penyakit-penyakit  lain  juga  dapat  ditularkan  melalui
        hubungan  kelamin  antara  lain  Non  Gonococcal  Urethritis  (NGU,  radang
        saluran  urethra  bukan  gonorrhoea),  Trichomoniasis  (sejenis  penyakit  yang
        disebabkan  oleh  protozoa),  Candidiasis  (sejenis  penyakit  jamur),  Herpes
        Simple Genitalis (sejenis penyakit yang disebabkan oleh  virus), kutil pada
        kelamin  (Verruca  accuminata),  penyakit  yang  disebabkan  oleh  beberapa
        jenis insekta, misalnya kutu rambut pada pubis. Beberapa penyakit virus lain
        misalnya  hepatitis  A  dan  B  retrovirus  HIV  (virus  AIDS)  juga  dapat
        ditularkan    melalui  hubungan    kelamin  baik  secara  homoseksual  maupun
        heteroseksual.  Kejadian-kejadian  sexually  transmitted  disease  di  dunia  ini
        ternyata terus bertambah  saja walaupun diagnosis dan pengobatan penyakit
        juga ada kemajuan. Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain kemajuan
        dalam  birth control sehingga orang tidak khawatir hamil,  sarana hubungan
        internasional yang lebih maju dan cepat, kemerosotan moral, cara hubungan
        seksual yang makin beragam (mulut-dubur-kelamin), ketidaktahuan tentang
        penyakit-penyakit  kelamin,  dan  munculnya  bakteri-bakteri  yang  telah
        resisten/tahan terhadap antibiotika. Di bawah ini akan diterangkan beberapa
        Sexually Transmitted Disease.

        1.  Syphilis
            Syphilis  ialah  penyakit  menular  yang  disebabkan  oleh  suatu  bakteri
        berbentuk spiral disebut Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang
        berbagai organ dalam tubuh, dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau
        badaniah  yang  intim  (misalnya  ciuman),  melalui  luka-luka  mikroskopis,
        transfusi  darah  segar,  dan  dari  ibu  ke  fetus  melalui  placenta.  Penyakit  ini
        dapat dibagi menjadi beberapa stadium yaitu:
        a.  Syphilis Primer
            Ciri-ciri/gejala dari stadium ini berupa suatu borok (chancre) pada kulit
            tempat  masuk  bakteri  ke  tubuh,  biasanya  di  sekitar  kelamin.  Borok
            terjadi  4  minggu  setelah  infeksi,  terasa  keras  dan  tidak  terasa  nyeri.
            Kelenjar limpa sekitar borok juga membesar. Borok akan sembuh sendiri
            dalam  4  minggu,  tetapi  penyakitnya  terus  menjalar  ke  seluruh  tubuh
            memasuki stadium sekunder.
        b.  Syphilis Sekunder
            Ciri-ciri/gejala-gejala  pada  stadium  ini  antara  lain  berupa  warna  pada
            kulit  (skin  rash),  demam,  pembesaran  kelenjar  limpa  seluruh  tubuh,
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29