Page 25 - EBOOK ZAINI AHMAD DAHLAN
P. 25
PEBI4525/MODUL 1 1.25
pegal linu. Gejala-gejala ini kemudian menghilang dan penyakit
memasuki stadium ketiga, yaitu Syphilis laten.
c. Syphilis laten
Pada stadium ini penularan penyakit menjadi berkurang, tetapi
bakterinya terus menyerang organ-organ dalam tubuh yang pada
akhirnya menimbulkan kerusakan-kerusakan pada organ-organ tersebut
3-10 tahun kemudian yang disebut Syphilis tertier.
d. Syphilis Tertier
Pada stadium ini penyakit dapat menyerang dan merusak jaringan otak
dengan segala akibatnya, menyerang kulit, tulang, alat-alat dalam yang
menimbulkan benjolan-benjolan disebut gumma. Gumma kemudian
menjadi borok yang sulit sembuh. Syphilis tersier juga dapat menyerang
jantung dan pembuluh darah.
Pengobatan: dengan antibiotik terutama golongan penisilin. Antibiotik
telah berjasa mengurangi banyak kasus Syphilis terutama Syphilis tertier.
Untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit Syphilis atau tidak,
dapat dilakukan tes darah, antara lain VDRL (Veneral Disease Research
Laboratory) dengan menentukan adanya antibodi terhadap Syphilis.
2. Gonorrhoea
Gonorrhoea ialah suatu penyakit infeksi akut yang menyerang selaput
lendir dari urethra, cervix, kadang-kadang rectum, pharynx, dan mata.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoea, suatu
diplococcus gram negatif. Masa inkubasinya 2-14 hari, gejalanya berupa
sakit bila buang air kencing dan keluar nanah berwarna kuning hijau dari
urethra. Pada wanita sering tidak tampak gejala-gejala atau dapat pula
bergejala sakit kencing dan keputihan berwarna kuning hijau. Peradangan
dan penyumbatan pada tuba fallopii oleh gonorrhoea sering menyebabkan
wanita menjadi infertil. Sewaktu persalinan, bakteri dapat ditularkan kepada
mata bayi yang baru lahir dan dapat menimbulkan kebutaan. Pemberian 1%
perak nitrit atau cairan antibiotik kepada mata dapat mencegah timbulnya
radang mata pada bayi. Pengobatan dengan menggunakan berbagai
antibiotik.