Page 25 - 4. 2023_Buku Pendidikan Anti Bullying_Rini Yudiati_compressed
P. 25
6. Tidak bertanggung jawab atas tindakannya dan tidak memiliki
pandangan terhadap masa depan
Pelaku bullying dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu:
1. Tipe percaya diri: pelaku bullying yang memiliki fisik kuat dan
popularitasnya baik sehingga dapat menjalankan bullying atau
agresifitasnya dengan baik dan aman.
2. Tipe pencemas: pelaku bullying yang kurang populer atau
memiliki kelemahan dalam berkonsentrasi sehingga dalam
menjalankan agresifitasnya terdapat rasa kurang aman dan
cemas.
3. Pelaku bullying yang pada situasi tertentu dapat menjadi korban
bullying (Zakiyah, dkk., 2017).
D. Karakter Korban Bullying
Korban bullying atau victim merupakan seseorang yang menjadi
target dari perilaku agresif dan hanya memberikan sedikit pertahanan
melawan penyerangnya. Banyak dari korban bullying yang menarik
diri, dan mengalami depresi, cemas atau takut ketika menghadapi
situasi baru. Korban bullying cenderung memiliki sedikit teman,
pendiam, senang menyendiri, tidak agresif, tidak popular, sensitif, dan
memiliki perilaku hati-hati.
Korban bullying dapat berasal dari berbagai kalangan. Korban
bullying dapat dialami oleh pendatang baru atau orang termuda di
suatu lingkungan karena umumnya belum adanya kekuatan atau
kelebihan yang dapat diunggulkan. Orang yang penurut, memiliki
kepercayaan diri rendah, pemalu, dan orang yang menyelesaikan
konflik dengan tanpa kekerasan tidak jarang menjadi korban bullying.
Selain itu, korban bullying juga banyak dialami oleh orang minoritas
baik dalam ras, suku, agama, status sosial, atau sejenisnya serta orang
yang memiliki keterbatasan fisik (Zakiyah, dkk., 2017).
16 Pendidikan Anti Bullying