Page 54 - Modul Ajar IPS 8 Genap
P. 54
■ Gunting Syafruddin
Dalam rangka mengurangi jumlah
uang yang beredar dan mengatasi de-
fisit anggaran, pada tanggal 20 Maret
1950, Menteri Keuangan, Syafruddin
Prawiranegara mengambil tindakan
berupa pemotongan nilai uang se-
nilai 2,50 rupiah ke atas menjadi
setengah dari nilai uang tersebut.
Melalui kebijakan ini, jumlah uang Gambar 4.5 Iklan kebijakan Gunting
Syafruddin di mingguan Sedar edisi 10
yang beredar dapat dikurangi. November 1950 Sumber: Sedar (1950)
■ Sistem Ekonomi Gerakan Benteng
Sistem Ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah untuk
mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional.
Struktur ekonomi kolonial membawa dampak perekonomian Indonesia
banyak didominasi oleh perusahaan asing. Kondisi inilah yang ingin diubah
melalui sistem ekonomi Gerakan Benteng. Namun dalam pelaksanaannya,
para pengusaha tidak mampu bersaing dengan pengusaha asing.
■ Finansial Ekonomi (Finek)
Pada masa Kabinet Burhanuddin Harahap, Indonesia mengirim
delegasi ke Belanda untuk merundingkan masalah Finansial Ekonomi
(Finek). Perundingan ini dilakukan pada tangal 7 Januari 1956.
Rancangan persetujuan Finek yang diajukan Indonesia terhadap
pemerintah Belanda adalah sebagai berikut:
a) Pembatalan persetujuan Finek hasil Konferensi Meja Bundar
b) Hubungan Finek Indonesia-Belanda didasarkan atas hubungan
bilateral
c) Hubungan Finek didasarkan atas Undang-Undang Nasional, tidak
boleh diikat oleh perjanjian lain.
Namun usul Indonesia ini tidak diterima oleh pemerintah Belanda,
sehingga pemerintah Indonesia secara sepihak melaksanakan rancangan
Finek dengan membubarkan Uni Indonesia-Belanda pada tanggal 13
Febuari 1956, dengan tujuan melepaskan diri dari ikatan ekonomi dengan
Belanda. Dampak dari pelaksanaan Finek ini, banyak pengusaha Belanda
yang menjual perusahaannya, sedangkan pengusaha pribumi belum
mampu mengambil alih perusahaan Belanda tersebut.

