Page 55 - Modul Ajar IPS 8 Genap
P. 55

■   Nasionalisasi Perusahan Asing
                    Nasionalisasi  perusahaan  asing  dilakukan  dengan  pencabutan  hak

                    milik  Belanda  atau  asing  yang  kemudian  diambil  alih  sebagai  milik
                    pemerintah Republik Indonesia. Perusahaan nasional dengan dukungan
                    dari  pemerintah  mulai  dapat  mengisi  celah-celah  dalam  pasar,
                    meskipun belum mampu menghasilkan produk dengan lebih baik.


                    c.  Bagaimana kondisi perekonomian pada masa Demokrasi
                       Terpimpin?

                    Menurut  kalian,  apa  penyebab  Presiden  Sukarno  membacakan Dekrit
                    Presiden tersebut? Tujuannya yaitu membubarkan Dewan Konstituante,
                    kembali  ke  UUD  1945,  tidak  berlakunya  UUD  Sementara  (1950),

                    dibentuknya  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  Sementara  (MPRS)  dan
                    Dewan  Pertimbangan  Agung  Sementara  (DPAS)  yang  diberlakukan
                    dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 juga
                    menandai bangsa Indonesia memasuki masa Demokrasi Terpimpin.

                       Pemerintah berupaya mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi
                    sejak  masa  Demokrasi  Parlementer.  Kondisi  tersebut  diperburuk  oleh
                    karena  dinamika  politik  yang  terjadi,  diantaranya  konfrontasi  dengan

                    Malaysia, pembebasan Irian Barat, dan Peristiwa G30S. Presiden Sukarno
                    mempraktikkan  sistem  ekonomi  terpimpin  dengan  terjun  langsung
                    mengatur perekonomian. Alat-alat produksi dan distribusi vital dikuasai
                    oleh negara.


                        Langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk memperbaiki
                    kondisi ekonomi antara lain adalah sebagai berikut:

                 ■   Pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas)
                    Dewan  Perancang  Nasional  (Depernas)  dibentuk  berdasarkan
                    Undang- Undang No. 80 Tahun 1958 dan Peraturan Pemerintah No.
                    2  Tahun  1958.  Tugas  dewan  ini  adalah  menyiapkan  rancangan

                    undang-undang pembangunan nasional yang berencana serta menilai
                    pelaksanaan  pembangunan  tersebut.  Depernas  diganti  namanya
                    menjadi  Badan  Perancang  Pembangunan  Nasional  (Bappenas).
                    Ketuanya  dijabat  secara  langsung  oleh  Presiden  Sukarno.  Tugas

                    badan  ini  menyusun  rencana  pembangunan    jangka    panjang    dan
                    jangka  pendek  secara  nasional dan daerah, mengawasi dan menilai
                    pelaksanaan pembangunan, dan menyiapkan serta menilai hasil kerja
                    mandataris untuk MPRS.
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60