Page 446 - THAGA 2024
P. 446
pengalaman baru, asal pake perasaan.”
Aku coba cerna kata-katanya, dan menemukan sebuah
asumsi. “Jadi maksudmu, kamu ada perasaan ke aku, Nab?”
Tanganku merangkum wajahnya.
Tatapannya nanar. Entah siapa yang memulai, bibir kami
sudah saling bertemu. Bibirnya memagut bibirku dengan
menggebu dan melebur dalam peluk. Dalam sekejap saja
pakaian kami sudah tanggal, tergeletak di lantai. Penyatuan itu
mengalir secara alami, agak terburu-buru hingga kami berdua
terlelap dalam mimpi.
“Sudah saya transfer lima juta ke rekeningmu, Mas Gal,”
jelas Nabila yang langsung menyodorkan bukti transfer di layar
gawainya setelah membangunkanku. “Saya sudah pesen
makan lewat room servis buat kita. Maaf saya bangunin, laper.”
Sup buntut bakar dan sup buntut goreng menjadi pilihan
Nabila kala terbangun dengan perut keroncongan. Dua menu
itu memang tersohor dan menjadi signature dari cafe Noodles
Now hotel ini. Aku segera bangun membersihkan diri, kala
menyadari Nabila sudah berpakaian rapi meski masih dengan
rambutnya yang basah.
Selesai membersihkan diri, aku segera bergabung dengan
Nabila untuk menikmati hidangan yang kami sepakat memang
nikmat. Suapan demi suapan hingga tandas.
“Ternyata saya sama saja kayak mantan suami saya, Mas
Gal,” ucap Nabila kala menandaskan santap malamnya dan
mengusap bibirnya dengan tisu dari sisa kuah.
“Kenapa gitu, Nab?” tanyaku menyelidik, kala menatap
matanya berubah sendu. Bibirnya menyesap segelas Neo Sky,
minuman khas cafe Noodles Now hotel yang terbuat dari jus
buah naga, jeruk dan jeruk nipis.
438 THAGA
GALGARA